sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sandiaga Uno bongkar masih banyak pungli di daerah

Mantan calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno membongkar masih banyaknya pungutan liar di daerah yang menghambat investasi.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 20 Nov 2019 21:01 WIB
Sandiaga Uno bongkar masih banyak pungli di daerah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Pengusaha sekaligus pendiri PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan masih banyaknya pungutan liar (pungli) yang terjadi di daerah menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan investasi di Indonesia.

Mantan calon wakil presiden itu melanjutkan, maraknya pungli yang terjadi di berbagai daerah tersebut membuat para pengusaha gerah dan khawatir untuk memulai usahanya, sehingga aliran dana dari investor pun mampat.

"Banyak sekali komplainnya (pungli) dan itu sudah diakui oleh Pak Kapolri juga. Jadi, itu adalah salah satu yang diungkapkan tadi narasumber dan sesi pertanyaan kenapa investor belum masuk ke Indonesia. Salah satu kenyataannya di lapangan (banyak pungli)," katanya usai Economics Forum, Jakarta, Rabu (20/11). 

Dia pun menyentil konferensi yang diselenggarakan Indonesia Economic Forum yang banyak membahas mengenai capaian-capaian pembangunan di Indonesia, namun praktiknya di lapangan, kepastian pengusaha untuk berinvestasi masih sulit.

"Kita bicara di konferensi ini yang bagus-bagus terus bahwa arah pembangunan begini, dan lain-lain. Tapi kenyataan di lapangan, mereka mulai berinvestasi ada saja kesulitan yang dilakukan di level daerah," ujarnya.

Dia pun mengatakan, masih ada oknum aparat keamanan yang bermain dengan melakukan pungli kepada pengusaha-pengusaha di daerah. Dan hal ini pun, lanjutnya, telah diketahui oleh Presiden Jokowi dan Kapolri.

"Ada kesulitan yang dilakukan di daerah, (termasuk) aparat dan ini bukan kebijakan-kebijakan besar mungkin ada urusan dengan oknum-oknum di daerah, di lapangan," jelasnya.

Untuk itu, menurutnya, jika pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan investasi sehingga dapat menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi, penyimpangan-penyimpangan yang terjadi seperti pungutan liar harus diselesaikan.

Sponsored

"Jadi ini kita berkaca dari pernyataan presiden dan Kapolri, menurut saya langkah pertama kan solving problem, itu pertama kita punya banyak kesalahan jadi cara kita mengubah bangsa ini, kita mengakui dulu banyak kekurangan dan penyimpangan," ucapnya.

Berita Lainnya