close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Pedagang menata minyak goreng curah di kiosnya di Pasar Minggu, Jakarta, pada Selasa (8/10/2019). Foto Antara/Muhammad Adimaja
icon caption
Pedagang menata minyak goreng curah di kiosnya di Pasar Minggu, Jakarta, pada Selasa (8/10/2019). Foto Antara/Muhammad Adimaja
Bisnis
Senin, 20 Februari 2023 16:54

Satgas Pangan kantongi penyebab harga beras dan minyak goreng mahal

Ini diketahui setelah Satgas Pangan dkk melakukan inspeksi ke Sumatera Utara hingga Papua.
swipe

Harga beras dan minyak goreng dalam beberapa waktu terakhir melonjak hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan penelusuran Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, fenomena tersebut disebabkan beberapa hal.

Kasatgas Pangan Polri, Brigjen Whisnu Hermawan, mengatakan, tingginya harga beras dan minyak goreng disebabkan keterlambatan dalam distribusi. Namun, tidak ada kendala dalam stok karena diyakini mencukup hingga memenuhi kebutuhan selama Ramadan.

"Berdasarkan penelusuran tim di lapangan, stok beras Bulog dan MinyaKita dipastikan tersedia dan aman menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri," katanya dalam keterangan, Senin (20/2).

Inspeksi dilakukan Satgas Pangan Polri bersama Badan Urusan Logistik (Bulog), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Mereka melakukan pengecekan di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Papua. 

Hasil penelusuran di Sumatera Utara menunjukkan perlunya pencetakan kemasan beras Program Stablisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kg lebih banyak. Pangkalnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi.  

Whisnu melanjutkan, setiap kios yang menjual beras SPHP wajib memasang spanduk beras SPHP sesuai ketentuan Perbadan Nomor 15 Tahun 2022. Pengawasan penyaluran beras SPHP juga perlu ditingkatkan, terutama di downline distributor di luar Kota Medan, karena rawan penyimpangan. 

Selain itu, Satgas Pangan Polri menyarankan pemerintah mendorong penyaluran minyak goreng penugasan atau domestic market obligation (DMO) oleh produsen. Pun mengawasi penyalurannya hingga ke tingkat eceran.

"Perlu dikaji lebih lanjut proses repacking kemasan 50 kg ke 5 kg karena dikhawatirkan terjadi loss yang cukup signifikan," imbuhnya. 

Di Kalimantan Utara, Satgas Pangan Polri dkk mencatat stok beras premium super mencapai 17 ton, beras premium 24 ton, dan  beras medium 210 ton di gudang Bulog Lingkas Ujung, Tarakan.

Stok diklaim akan bertambah seiring masuknya beras medium dari Sulawesi Selatan sebanyak 250 ton pada 17 Maret 2023 dan impor dari Thailand, yang kini masih berada di Depo Surabaya.

Untuk stok minyak goreng MinyaKita, ada 40.000 liter yang siap didistribusikan gudang Bulog Lingkas Ujung. Sementara itu, stok MinyaKita di Pasar Tenguyun terbatas sehingga harga melonjak menjadi Rp16.000/liter karena terkendala distribusi. 

"Dalam waktu dekat, akan dilakukan operasi pasar untuk beras dan minyak goreng," ucapnya. 

Adapun di Sulawesi Utara, Satgas Pangan Polri cs mendapati stok beras dan MinyaKita nihil di gedung provinsi maupun gudang kantor cabang milik Bulog. Akibatnya, harga beras diproyeksikan naik jika tak ada distribusi dalam waktu dekat. Bulog telah melakukan pemesanan ke gudang di Makassar dan tinggal disalurkan.

Kemudian, Satgas Pangan Polri mendapati harga beras di Papua sudah sesuai HET dan stoknya cukup hingga Idulfitri. Stok dan harga minyak goreng juga tidak bermasalah.

Kendati demikian, disarankan stok MinyaKita dan minyak curah Bulog ditingkatkan statusnya menjadi D1. "Ini perlu dilakukan untuk mempersingkat rantai distribusi dan harga kemungkinan akan lebih murah ke pasaran," kata Whisnu.

img
Immanuel Christian
Reporter
img
Fatah Hidayat Sidiq
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan