sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Siap-siap tarif 13 ruas jalan tol akan naik lagi

Tarif 13 ruas jalan tol akan kembali naik hingga akhir 2019, termasuk Jagorawi dan Jakarta-Tangerang.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 27 Sep 2019 20:18 WIB
Siap-siap tarif 13 ruas jalan tol akan naik lagi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

Tarif 13 ruas jalan tol akan kembali naik hingga akhir 2019, termasuk Jagorawi dan Jakarta-Tangerang.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, kenaikan tarif tol tersebut tidak terjadi tiba-tiba, tetapi memang telah sesuai dengan perjanjian pengusahaan.

"Semuanya ada 13 ruas tol yang akan diproses kenaikannya pada tahun ini," kata Danang di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/9).

Danang menyebut, dua dari 13 ruas tol yang akan mengalami kenaikan tarif adalah ruas Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Jagorawi.

Menurut dia, kenaikan ruas Tol Jakarta-Tangerang telah disetujui oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Sedangkan, untuk ruas Tol Jagorawi masih dalam proses persetujuan.

"Yang sudah disetujui itu Jakarta-Tangerang sudah ditandatangani pak menteri," ujar Danang.

Untuk besaran kenaikan tarif tol, Danang mengatakan hal tersebu bergantung pada angka inflasi tiap daerah. Dengan demikian, besaran kenaikan tarif tiap daerah akan berbeda-beda.

"Ya sesuai inflasi, inflasi daerah kan beda-beda. Jadi data itu kita dari BPS (Badan Pusat Statistik)," tutur Danang.

Sponsored

Sementara Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani menjelaskan kenaikan tarif tol bukanlah sesuatu yang khusus. Sebab, pengembalian investasi di jalan tol harus dilakukan sesuai dengan Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan Tol.

"Kalau enggak dinaikkan, kan enggak bisa investasi. Di situlah pengembalian investasinya," kata Desi pada kesempatan yang sama.

Desi menyebut, apabila pengelola tol tidak menaikkan tarif, hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang.  

Berita Lainnya