sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Skenario lalu lintas tol Tangerang-Merak hadapi mudik

Ada empat titik biang kemacetan di tol Tangerang-Merak yang telah diantisipasi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 21 Mei 2019 03:57 WIB
Skenario lalu lintas tol Tangerang-Merak hadapi mudik

Anggota grup Astra Infra, PT Marga Mandalasakti menyiapkan skenario lalu lintas di tol Tangerang-Merak untuk pengalihan lalu lintas jika terjadi kemacetan parah.

Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti, Rinaldi mengatakan ada empat titik biang kemacetan di tol Tangerang-Merak yang telah diantisipasi. Yaitu, antrean di Pelabuhan Merak.

“Perusahaan akan menyediakan penampungan kendaraan di Jalan Cikuasa untuk mengantisipasi antrean tersebut,” kata Rinaldi di Menara Astra, Senin (20/5).

Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memberikan imbauan memberlakukan ganjil-genap di Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni. Pemberlakuan ganjil genap ini akan dimulai pada 30 Mei 2019 atau H-6 lebaran di pelabuhan Merak pukul 08.00-20.00 WIB.

Lalu, di Pelabuhan Bakauheni ganjil-genap akan diberlakukan pada pada 7 Juni 2019 hingga 9 Juni 2019 mulai pukul 20.00-08.00 WIB. Aturan ini berdasarkan surat imbauan yang ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi.

Titik kemacetan kedua, lanjut Rinaldi, terletak di antrean Gerbang Serang Timur. Arus lalu lintas akan dialihkan ke Gerbang Serang Barat jika terjadi kemacetan. Titik ketiga adalah antrean kendaraan di Gerbang Cilegon Timur. Kendaraan akan dialihkan ke Gerbang Cilegon Barat jika terjadi kemacetan.

Titik kemacetan terakhir terletak di antrean Gerbang Merak yang akan dialihkan ke Gerbang Cilegon Barat atau Cilegon Timur. Semua skenario tersebut, lanjut Rinaldi, telah dikoordinasikan dengan pihak Kepolisian.

“Kami juga memprediksi kemacetan akan terjadi pada lebaran hari kedua hingga hari ketiga menuju ke tempat wisata seperti Anyer dan Carita,” kata Rinaldi.

Sponsored

Sementara itu, CEO Astra Toll Road Business Group Krist Ade Sudiyono mengatakan antrean kendaraan di sekitar pelabuhan Merak sering menumpuk. Penyebabnya, pemudik yang akan menyeberang ke Sumatera berangkat mudik di malam hari.

“Selama ini pemudik berangkat malam dari pelabuhan Merak agar sampai Sumatera pagi hari dengan alasan keamanan,” ujar Krist.

Dengan adanya ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang, Krist yakin pemudik akan mengubah kebiasaan itu. Diperkirakan, pemudik tidak takut lagi untuk melintasi Sumatera pada malam hari.

Marga Mandalasakti sendiri memprediksi arus kendaraan yang melintasi tol Tangerang-Merak akan meningkat 15,69% dari tahun 2018. Pada H-5 puncak mudik diperkirakan sebanyak 173.900 kendaraan akan melintasi tol. Angka tersebut meningkat 19,3% dari rata-rata trafik harian sebanyak 145.749.