sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

SMF dan BTN terbitkan EBA-SP senilai Rp2 triliun

SMF dan BTN terbitkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTN05) dalam tiga kelas.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 04 Des 2019 12:35 WIB
SMF dan BTN terbitkan EBA-SP senilai Rp2 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) mencatatkan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP SMF-BTN05) senilai Rp2 triliun.

Dari hasil penawaran ke publik, EBA-SP SMF-BTN05 yang dicatatkan di BEI ini dibagi dalam tiga kelas. Adapun kelas-kelas tersebut adalah EBA Kelas A seri A1 senilai Rp574 miliar dan EBA kelas A seri A2 senilai Rp1,142 triliun yang ditawarkan melalui penawaran umum. 

Sementara itu, EBA kelas M senilai Rp24 miliar dan EBA kelas B senilai Rp260 miliar yang ditawarkan melalui penawaran terbatas. Suku bunga masing-masing ditetapkan untuk Seri A1 memiliki tingkat suku bunga 8,50% dan Seri A2 memiliki tingkat suku bunga 8,75%.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan, rencananya seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum EBA SP SMF-BTN 05 akan digunakan untuk melakukan pembelian kumpulan tagihan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) BTN. Kumpulan tagihan KPR tersebut adalah yang terpilih berdasarkan 32 kriteria seleksi dalam jumlah Rp2 triliun.

“Transaksi ini merupakan upaya kami dalam menciptakan perluasan pasar di Pasar Modal. Di mana, EBA-SP menjadi diversifikasi investasi bagi para pemodal, menyediakan dana jangka panjang bagi penyalur KPR, yang merupakan mitigasi atas risiko maturity mismatch,” kata Ananta di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (4/12).

Penerbitan EBA-SP ini merupakan upaya SMF dengan BTN untuk mendukung program satu juta rumah, yang memerlukan dana jangka panjang yang cukup besar. Ananta mengaku optimistis kehadiran instrumen EBA-SP dapat menambah ragam instrumen investasi pasar keuangan Indonesia serta mendukung pengembangan basis investor domestik.

Jaga penyaluran kredit

Direktur Finance, Planning & Treasury Bank BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan penerbitan EBA-SP ini untuk meningkatkan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio (CAR) untuk menjaga laju kredit. 

Sponsored

“Tahun 2020, kami tetap berkomitmen mendukung Program Sejuta Rumah yang diinisiasi pemerintah, sehingga rasio kecukupan modal kami harus aman. Dengan EBA-SP SMF-BTN 05, kami dapat meningkatkan CAR sekitar 0,08% setelah dilakukannya transaksi sekuritisasi,“ ujar Nixon dalam kesempatan yang sama. 

Dengan CAR yang membaik, kata Nixon, Bank BTN bisa lebih leluasa melakukan ekspansi kredit perumahan rakyat yang selama ini menjadi bisnis utamanya. Kemudian, dengan prinsip true sale, di mana Bank BTN menjual putus portfolio KPR dengan kualitas baik, pendanaan yang diraup lewat aksi korporasi ini tidak perlu dikembalikan. 

"Dengan menjadi kreditur asal, dan penyedia jasa dalam EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN juga berpotensi meraup pendapatan non bunga atau fee based income sebesar kurang lebih Rp23 miliar per tahun," tutur Nixon.  

Dengan dicatatkannya EBA-SP SMF-BTN 05, Nixon mengatakan Bank BTN genap melakukan 12 kali sekuritisasi aset. Nixon bilang dalam dua EBA-SP terakhir yang diterbitkan, selalu mendapat sambutan baik dari investor termasuk EBA-SP SMF-BTN 05, yang telah terserap seluruhnya sebanyak Rp2 triliun. Perusahaan menjadi bank pertama yang telah 12 kali melakukan transaksi sekuritisasi aset sejak tahun 2009, dengan total nilai EBA sebesar Rp 11,65 triliun. 

“Dari seluruh transaksi sekuritisasi BTN, baik KIK EBA maupun EBA SP, sebanyak tujuh transaksi EBA telah dilunasi seluruh outstanding EBA kelas A-nya. Dengan nilai total sekitar Rp3,8 triliun sehingga semakin mengukuhkan rating AAA yang disematkan Pefindo,” ujar Nixon. 

Sebagai informasi, dalam EBA-SP SMF-BTN 05, Bank BTN berperan sebagai kreditur asal dan penyedia jasa/servicer, sedangkan SMF berperan sebagai penerbit, arranger dan pendukung kredit. Bertindak sebagai wali amanat dan Bank Kustodian adalah BRI.