sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani: Kita masih harus hati-hati melihat kuartal II-2021

Baik dari belanja KL dan transfer ke daerah, agar dapat efektif mengungkit perekonomian nasional.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 03 Mei 2021 17:50 WIB
Sri Mulyani: Kita masih harus hati-hati melihat kuartal II-2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah pada tahun ini akan berfokus pada pemanfaatan sisi fiskal sebaik mungkin untuk dapat menjadi katalis pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama pemerintah adalah bagaimana menyalurkan belanja pemerintah, agar tepat sasaran dan tepat guna, terutama untuk belanja-belanja produktif dan belanja modal.

"Kita masih harus hati-hati melihat kuartal II-2021 terutama eksekusi belanja-belanja yang sifatnya bermanfaat bagi masyarakat dan belanja produktif seperti belanja modal," katanya dalam video conference, Senin (3/5).

Dia menjelaskan, akan terus memperbaiki eksekusi dari sisi fiskal tersebut agar penyaluran belanja yang telah didesain pada APBN 2021. Baik dari belanja KL dan transfer ke daerah, agar dapat efektif mengungkit perekonomian nasional.

"Kami akan terus perbaiki langkah-langkah sisi fiskal, eksekusi belanja yang didesain dan redesain 2021 terkait pelaksanaan anggaran baik di KL dan transfer ke daerah," ujarnya.

Bendahara negara itu mengungkapkan, pada tahun ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp699,43 triliun untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggaran sebesar itu diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pemulihan ekonomi nasional, sehingga dapat menjadi basis dari pertumbuhan ekonomi di tahun-tahun ke depan.

"Kita akan terus melihat seluruh rencana belanja yang ada dalam KL dan eksekusinya. Sampai saat ini kami gunakan program PEN yang nilainya Rp700 triliun untuk 2021," ucapnya.

Sponsored

Adapun, realisasi PEN hingga 16 April telah mencapai Rp134,07 triliun, atau 19,2% dari total pagu anggaran sebesar Rp699,43 triliun.

Realisasi PEN sebesar Rp134,07 triliun itu disalurkan ke bidang kesehatan Rp18,59 triliun, perlindungan sosial Rp47,92 triliun, program prioritas Rp14,9 triliun, untuk dukungan UMKM dan korporasi Rp37,71 triliun, serta insentif usaha Rp14,95 triliun 

 

Berita Lainnya