close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Alinea.id
icon caption
Ilustrasi. Alinea.id
Bisnis
Rabu, 02 Juni 2021 07:29

Stimulus pemerintah diklaim picu pemulihan ekonomi di Yogyakarta

Stimulus tersebut telah dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha, salah satunya dengan pengembangan bisnis ke digital.
swipe

Pandemi Covid-19 memberi dampak nyata terhadap penurunan kinerja perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Sebelum pandemi, selama periode 2010-2019 perekonomian DIY rata-rata tumbuh 5,47% per tahun, tetapi mengalami kontraksi saat pandemi, puncaknya pada 2020 mengalami kontraksi hingga 2,69%.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo Septriana Tangkary mengungkapkan, kontraksi terjadi pada sebagian besar kategori usaha, terutama yang berbasis mobilitas dan pariwisata. 

Akan tetapi, stimulus fiskal dan moneter yang digelontorkan oleh pemerintah mulai berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, hal itu membuat industri pengolahan dan pertanian andilnya sedikit meningkat selama masa pandemi. 

"Pemerintah memberikan kemudahan atau stimulus fiskal dan moneter, seyogyanya disambut dengan positif oleh pelaku usaha (di DIY) dengan menggerakkan usahanya secara baik," katanya dalam keterangannya, Selasa (1/6).

Pelaku UMKM difasilitasi oleh pemerintah dengan sejumlah kemudahan seperti restrukturisasi pinjaman, bantuan modal, keringanan tagihan listrik, dan dukungan pembiayaan.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh mengatakan, stimulus tersebut telah dimanfaatkan dengan baik oleh pelaku usaha, salah satunya dengan pengembangan bisnis ke digital.

Hal ini pun terlihat dari kontribusi sektor informasi dan komunikasi bersama dengan industri pengolahan dengan menjadi kontributor perekonomian Kota Yogyakarta terbesar sepanjang 2020, di samping sektor makanan, obat tradisional, kerajinan kulit, alumunium dan tekstil.

"Sektor informasi dan komunikasi serta industri pengolahan adalah dua kontribusi perekonomian kota Yogyakarta terbesar pada 2020," ujarnya.

Chairul pun mengungkapkan, peningkatan penggunaan layanan digital bagi pelaku usaha tercermin dari indeks literasi digital Indonesia, yang pada 2020 mulai mengalami peningkatan, dari level "sedang" menuju "baik". Di mana skalanya berada pada level 3,47 dari 5,0.

"Hal ini perlu menjadi perhatian dan tantangan kita bersama untuk dapat bekerja keras dalam meningkatkan kapasitas SDM digital," ucap Chairul.

Di sisi lain, Regional Manager Link Aja Theodora Gagarina menjelaskan, sebagai BUMN yang bergerak di bidang financial technology, pihaknya akan mendukung upaya digitalisasi tersebut dengan masuk ke pasar-pasar di kabupaten/kota sehingga memberikan layanan yang lebih mudah dan cepat.

"Link Aja kian merambah. Tidak hanya di kafe tetapi juga di pasar-pasar dan pelaku usaha iconic. Tahun ini Link aja melakukan ekspansi yang lebih luas, yaitu second layer atau pasar di kabupaten, supaya memberikan akses layanan mudah, cepat, dan aman bagi pengguna," ujarnya.

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan