close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Salah satu kapal milik PIS. Foto Pertamina.com
icon caption
Salah satu kapal milik PIS. Foto Pertamina.com
Bisnis
Rabu, 07 Juli 2021 17:47

Strategi PIS bebas karbon untuk seluruh armada

PIS berniat mencapai diversifikasi portofolio bisnisnya menuju layanan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.
swipe

PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen menghadirkan armada yang lebih rendah karbon. PIS berniat mencapai diversifikasi portofolio bisnisnya menuju layanan pelayaran yang lebih ramah lingkungan.

Inisiatif berkelanjutan untuk mencapai tujuan ini diwujudkan melalui tiga fase, dengan tujuan akhir bebas karbon untuk seluruh armada PIS.

Direktur Utama PIS Erry Widiastono menjelaskan, pada fase pertama, PIS telah memulai langkah-langkah efisiensi energi termasuk operasi pengurangan kecepatan (eco-steaming) sesuai dengan kebutuhan operasional, navigasi ballast minimum untuk mengurangi berat kapal, dan rencana pelayaran yang dioptimalkan. 

“Misalnya kalau kapal sedang berlayar, kita akan lihat apakah ada antrean di pelabuhan tujuan. Kalau ada antrean, kapal kita tidak perlu melaju dengan kecepatan penuh yang menghabiskan lebih banyak bahan bakar dan juga berdampak polusi pada lingkungan,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7). 

Pada tahap pertama, PIS juga akan meremajakan usia kapal menjadi 17 tahun. Adapun, rata-rata usia kapal yang dioperasikan saat ini berkisar antara 19-20 tahun.

Selain itu, dari sisi angkutan, PIS akan fokus juga pada pengangkutan kargo yang lebih ramah lingkungan, antara lain dengan mengangkut Liquefied Petroleum Gas (LPG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).

Pada fase kedua, PIS akan lebih agresif dalam menggunakan green energy baik dari segi operasional maupun angkutannya. Fase kedua dimulai pada 2030 hingga 2040, di mana PIS akan mengadopsi Dual Fuel Vessels (LPG & LNG Carrier) dengan desain kapal yang lebih efisien dalam mengurangi penggunaan bahan bakar. 

“Pada fase ini, PIS akan meningkatkan eksplorasi penggunaan sumber energi baru dan terbarukan untuk operasional, seperti integrasi panel surya,” ujarnya.

Pada fase terakhir mulai 2040, PIS sebagai perusahaan logistik kelautan yang terintegrasi akan meningkatkan fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan pelabuhan.

Tidak hanya terbatas pada kegiatan shipping, tetapi juga bisnis pelabuhan dan penyimpanan termasuk penggunaan green energy yang bebas karbon untuk operasional di pelabuhan.

img
Nanda Aria Putra
Reporter
img
Hermansah
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan