logo alinea.id logo alinea.id

Tahan ekspansi, Intiland hanya fokus selesaikan proyek berjalan

Intiland akan fokus menyelesaikan tiga proyek di Jawa sepanjang tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 15 Mei 2019 15:21 WIB
Tahan ekspansi, Intiland hanya fokus selesaikan proyek berjalan

PT Intiland Development Tbk. (DILD) fokus menggarap beberapa proyek berjalan di Pulau Jawa yang akan menjadi pendapatan berulang (recurring income) bagi perseroan di masa depan. Intiland juga tidak akan melakukan ekspansi pada proyek baru pada tahun ini.

“Ada tiga proyek yang bisa menjadi pendapatan berulang bagi perseroan yaitu Fifty Seven Promenade, Spazio Tower, dan Praxis,” ujar Corporate Secretary Intiland Theresia Rustandi dalam public expose di Jakarta, Rabu (15/5).

Proyek Fifty Seven Promenade tahap I yang dikerjakan Intiland akan beroperasi pada 2022. Proyek di Kebon Melati ini terdiri dari apartemen, kawasan komersial, ritel, serta fasilitas outdoor.

Lalu, proyek Spazio Tower merupakan properti multifungsi (mix used) yang terdiri atas perkantoran, apartemen, hotel, dan ritel. Proyek yang berlokasi di Surabaya ini ditargetkan beroperasi pada 2019.

Adapun proyek Praxis merupakan kelanjutan dari pengembangan Intiland Tower Surabaya yang terdiri dari perkantoran, hotel, dan ritel yang direncanakan beroperasi tahun ini juga.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan perusahan akan mengambil langkah konservatif dengan tidak menggarap proyek baru.

“Khususnya untuk proyek-proyek high rise seperti apartemen atau perkantoran,” kata Archied.

Archied juga mengatakan pihaknya belum berniat mengakuisisi lahan baru di luar Pulau Jawa meskipun ada wacana pindah Ibukota. Intiland, kata Archied, perlu mencermati daya serap pasar, perubahan daya beli konsumen, hingga aspek pembiayaan perbankan untuk pengembangan proyek baru.

Sponsored

“Belum ada rencana ekspansi ke sana, lebih baik yang pasti. Intiland masih fokus di Jakarta dan Surabaya,” kata Archied.

Lebih lanjut, Archied menjelaskan, Intiland masih memiliki landbank seluas 2.066,2 hektare (ha) per 31 Maret 2019 di Jakarta dan Surabaya. Rinciannya, landbank di wilayah Jakarta dan sekitarnya sebesar 79% atau 1.637,4 ha dan landbank di wilayah Surabaya dan sekitarnya sebesar 21% atau 428,7 ha. Landbank ini pun diproyeksikan cukup untuk pengembangan bisnis Intiland hingga 20 tahun mendatang.

Intiland, lanjut Archied, akan terbuka pada investor baru yang ingin bekerja sama dengan mereka untuk mengembangkan lahan. “Kami masih belum bekerja sama dengan pihak manapun untuk mengembangkan lahan, tetapi kita welcome pada investor baru,” kata Archied.