logo alinea.id logo alinea.id

5 alasan Indonesia-Afrika bidik kerja sama infrastruktur

Salah satu alasannya, lima dari 10 perjanjian bisnis yang tercapai di IAF merupakan kesepakatan di bidang infrastruktur.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 09 Agst 2019 19:56 WIB
5 alasan Indonesia-Afrika bidik kerja sama infrastruktur

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya mengatakan bahwa Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia-Africa Infrastructure Dialog (IAID) 2019 di Bali pada 20-21 Agustus.

Acara bertema "Connecting for Prosperity" itu merupakan tindak lanjut dari Indonesia-Africa Forum (IAF) yang digelar pada 10-11 April 2018. Desra memaparkan bahwa IAF berhasil melahirkan 10 kesepakatan bisnis dengan total nilai US$586,56 juta.

"IAID dilaksanakan untuk menjaga momentum IAF dan akan berfokus pada kerja sama konkret di bidang infrastruktur," tuturnya dalam konferensi pers di ala Ritus, Jakarta, pada Jumat (9/8).

Desra menyampaikan lima alasan mengapa Indonesia dan sejumlah negara Afrika sepakat untuk mendalami kerja sama infrastruktur. Pertama, lima dari 10 kesepakatan bisnis yang tercipta di IAF merupakan kesepakatan di bidang infrastruktur.

Kedua, lanjut Desra, bidang infrastruktur dipandang memiliki efek berganda yang tinggi dan memiliki peluang kerja sama konkret di masa depan.

"Alasan ketiga adalah Indonesia memiliki kemampuan untuk menyediakan jasa infrastruktur mengingat terdapat sejumlah perusahaan BUMN yang berkualitas, contohnya PT WIKA," kata dia.

Dia memaparkan alasan keempat adalah infrastruktur dapat dikolaborasikan dengan minat dan potensi ekspor produk perkeretaapian, yang juga menjadi andalan produk Indonesia.

"Alasan kelima dan terakhir adalah bidang infrastruktur sendiri memang menjadi prioritas pembangunan nasional negara-negara Afrika," ungkap Desra.

Sponsored

Kerja sama infrastruktur diharapkan dapat mempermudah mobilitas orang, barang, jasa dan investasi.

"Hal itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang," lanjutnya.

Pemerintah Indonesia memperkirakan IAID akan dihadiri oleh sekitar 700 peserta dari Indonesia dan dari 53 negara di Benua Afrika. Rangkaian kegiatan IAID akan meliputi penandatanganan kesepakatan bisnis, diskusi panel, ekshibisi bisnis, serta diskusi awal mengenai Preferential Trade Agreement (PTA) dengan sejumlah negara Afrika.