sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akibat banjir di Eropa, 158 orang belum ditemukan

Korban tewas akibat banjir meningkat menjadi sedikitnya 205 orang di seluruh Eropa barat.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Jul 2021 12:00 WIB
Akibat banjir di Eropa, 158 orang belum ditemukan

Seminggu setelah banjir besar melanda Eropa barat, menghancurkan Jerman, Belgia, dan Belanda, para pejabat pada Kamis (22/7) menyatakan bahwa 158 orang masih dinyatakan hilang.

Korban tewas akibat banjir meningkat menjadi sedikitnya 205 orang di seluruh benua. Belgia menyumbang 32 kematian dan 18 orang hilang.

Di Jerman, negara yang paling terpukul, seluruh kota terendam air, jalur kereta api dan jalan raya tersapu oleh banjir bandang, Sedikitnya 173 nyawa melayang akibat banjir di negara itu. 

Organisasi bantuan bencana federal Jerman mengatakan, sangat kecil kemungkinannya korban yang selamat dapat ditemukan. Layanan penyelamatan terus menyisir kota-kota yang dilanda banjir untuk mencari korban selamat.

Wakil presiden badan bantuan teknis federal Jerman, Sabine Lackner, pada Kamis mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan pekerja darurat menemukan lagi korban selamat.

"Pencarian orang hilang terus bergerak maju, tetapi karena skenario kerusakan dan waktu yang telah berlalu, ada sedikit harapan bahwa orang hilang akan ditemukan saat ini," kata Lackner dalam pernyataannya.

Di Kota Koblenz, di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman barat, yang dilanda parah, polisi mengatakan sedikitnya 125 orang kini dipastikan tewas. 

''Masih ada 155 orang yang belum ditemukan,'' kata juru bicara polisi Verena Scheurer pada Kamis.

Sponsored

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang memperkirakan pada tahap ini jumlah kematian pasti akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pada kunjungan ke Rhineland-Palatinate pada pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel menuturkan bahwa kehancuran yang terjadi sangat besar. 

"Saya bisa mengatakan bahwa tidak ada kata-kata yang tepat untuk mendeskripsikan kehancuran yang terjadi," ucapnya saat itu. 

Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan, sedikitnya 47 orang tewas di North Rhine-Westphalia, negara bagian terpadat di Jerman.

Perdana Menteri North Rhine-Westphalia Armin Laschet mengatakan bahwa banjir besar tersebut adalah bencana bersejarah bagi negara bagian tersebut.

Dia meminta komunitas dunia untuk mempercepat upayanya untuk berjuang melawan perubahan iklim.

Max Wilmes, juru bicara polisi di Cologne mengatakan bahwa setidaknya tiga orang di distrik Euskirchen masih belum ditemukan. Sementara itu, pihak berwenang di Upper Bavaria mengatakan, setidaknya satu orang meninggal setelah hujan deras selama akhir pekan.

Para ahli menilai, peristiwa cuaca aneh seperti banjir dan gelombang panas baru-baru ini dan kebakaran hutan di Kanada dan Amerika Serikat adalah tanda dampak dari perubahan iklim.

Di Belanda, yang tidak mencatat korban jiwa, sistem pengelolaan air yang sangat baik dan persiapan yang lebih baik oleh para pejabat berarti negara itu mampu menangani banjir jauh lebih baik daripada tetangganya di Jerman dan Belgia. Namun, puluhan ribu orang masih harus dievakuasi.

Sumber : CNN

Berita Lainnya