sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

AS berencana bangun pangkalan militer baru di Australia?

Pengajuan pendanaan sebesar US$211,5 juta masih belum disetujui oleh Kongres AS.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Selasa, 30 Jul 2019 15:36 WIB
AS berencana bangun pangkalan militer baru di Australia?

Amerika Serikat berencana membangun infrastruktur militer tambahan di Australia jika kongres menyetujui anggaran US$211,5 juta bagi Angkatan Laut AS. Demikian disampaikan oleh Menteri Pertahanan Australia Marise Payne pada Selasa (30/7).

Rencana AS untuk menghadirkan kekuatan yang lebih besar di Australia datang pada saat sekutu Baratnya semakin khawatir dengan upaya China untuk memperluas pengaruhnya di Pasifik.

"Pengembangan fasilitas akan mendukung Inisiatif Postur Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (USFPI)," ungkap Payne kepada Sky News, merujuk pada kesepakatan yang dicapai pada 2011 antara AS dan Australia untuk meningkatkan hubungan pertahanan mereka.

Selama ini, marinir AS yang dikerahkan dalam rotasi tahunan untuk pelatihan ditempatkan di pangkalan Australia di Darwin.

Payne tidak menyebutkan infrastruktur militer apa yang akan dibangun oleh AS, tetapi media Australia pada awal bulan ini melaporkan bahwa Washington berencana untuk mendirikan pangkalan militer di dekat Darwin, ibu kota Northern Territory.

Juru bicara Kedutaan Besar AS di Canberra menolak berkomentar soal isu ini. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Australia mengatakan itu hanya akan menjadi rencana konkret setelah proposalnya disetujui oleh Kongres AS.

Jika yang dilaporkan media Australia benar, maka lokasi pangkalan militer AS akan berada dekat Pelabuhan Darwin, di mana perusahaan China Landbridge Group Co mendapat kontrak 99 tahun atas pengelolaannya. Kontrak tersebut diteken pada 2015, membuat AS merasa sangat terganggu.

Pekan lalu, Australia dan AS mengungkapkan keprihatinan atas kabar adanya kesepakatan rahasia antara China dan Kamboja yang memungkinkan Tiongkok mendapat akses eksklusif ke fasilitas AL Kamboja di Teluk Thailand. Kamboja terang-terangan membantah kabar tersebut.

Sponsored


Sumber : Reuters

Berita Lainnya