close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Dua bom pinggir jalan meledak di dekat sebuah bus yang membawa pasukan pada pagi hari tanggal 20 Oktober di dekat pangkalan Al Tanf, yang digunakan oleh pasukan AS. Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya luka-luka, menurut laporan TV pemerintah. foto
icon caption
Dua bom pinggir jalan meledak di dekat sebuah bus yang membawa pasukan pada pagi hari tanggal 20 Oktober di dekat pangkalan Al Tanf, yang digunakan oleh pasukan AS. Sedikitnya 14 orang tewas dan tiga lainnya luka-luka, menurut laporan TV pemerintah. foto
Dunia
Sabtu, 23 Oktober 2021 09:36

AS klaim telah membunuh pemimpin senior Al Qaeda dengan drone di suriah

Rigsbee tidak mengatakan apakah serangan pesawat tak berawak AS dilakukan sebagai pembalasan.
swipe

Militer AS mengklaim telah membunuh pemimpin senior Al Qaeda Abdul Hamid al-Matar dalam serangan pesawat tak berawak di Suriah pada hari Jumat. Klaim itu disampaikan juru bicara Komando Pusat AS beberapa jam setelah operasi yang dinyatakan berhasil itu.

"Pemberantasan pemimpin senior Al Qaeda ini akan mengganggu kemampuan organisasi teroris untuk merencanakan lebih lanjut dan melakukan serangan global yang mengancam warga AS, mitra kami, dan warga sipil tak berdosa," kata Mayor Angkatan Darat AS John Rigsbee dalam sebuah pernyataan tertulis.

Serangan itu terjadi dua hari setelah pos terdepan AS di Suriah selatan diserang dengan serangan pesawat tak berawak yang terkoordinasi, tetapi tidak ada laporan tentang korban di pihak Amerika, kata para pejabat.

“Ledakan terdengar dari pangkalan Al Tanf yang digunakan oleh koalisi pimpinan AS” yang memerangi ISIS, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia dari Inggris, tanpa menyebutkan siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Seorang pejabat mengatakan salah satu serangan pesawat tak berawak menghantam sisi AS dari garnisun al-Tanf, sementara yang lain mungkin mengenai sisi di mana pasukan oposisi Suriah bermarkas.

Garnisun itu didirikan ketika pejuang ISIS menguasai Suriah timur di sepanjang perbatasan dengan Irak, tetapi setelah para militan diusir, itu menjadi bagian dari strategi AS yang lebih besar untuk menahan jangkauan militer Iran di wilayah tersebut.

Rigsbee tidak mengatakan apakah serangan pesawat tak berawak AS dilakukan sebagai pembalasan.(thenationalnews)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan