sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bentrokan geng narkoba vs polisi di Meksiko, 20 orang tewas

Pascabentrokan, ribuan warga Mexico City turun ke jalan pada Minggu (1/12) untuk memprotes kekerasan yang terjadi.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 02 Des 2019 14:02 WIB
Bentrokan geng narkoba vs polisi di Meksiko, 20 orang tewas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 130718
Dirawat 39017
Meninggal 5903
Sembuh 85798

Pihak berwenang mengatakan, bentrokan yang diduga dipicu oleh anggota kartel narkoba yang bersenjata di Kota Villa Union, Meksiko bagian utara, menewaskan 20 orang pada Sabtu (30/11).

Insiden itu memberikan tekanan pada Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador untuk mengekang kekerasan geng narkoba di negara itu. Akibat penembakan tersebut, ribuan warga Mexico City turun ke jalan pada Minggu (1/12) untuk memprotes kekerasan yang terjadi.

"Kami tidak menentang presiden, kami menentang kebijakan keamanan yang digunakan sampai sekarang karena itu tidak berhasil," kata salah satu pemrotes.

Pemerintah Negara Bagian Coahuila menyebut, lebih dari 60 pria bersenjata, diduga anggota dari Cartel of the Northeast, menyerbu Villa Union dalam konvoi 17 mobil pickup. Mereka melepas tembakan ke arah kantor wali kota dan terlibat dalam baku tembak dengan polisi selama lebih dari satu setengah jam.

Pihak berwenang menyatakan bahwa dalam baku tembak, pasukan keamanan menewaskan 14 pria bersenjata. Empat polisi juga tewas dalam insiden tersebut. Hal itu memicu kecaman masyarakat terhadap pendekatan pemerintah dalam upaya menangani geng narkoba yang kuat.

Pemerintah menyatakan, mereka menemukan mayat dua warga sipil tidak bersenjata yang diduga tewas akibat baku tembak.

Peristiwa di Villa Union menambah serangkaian kekerasan yang menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan keamanan Lopez Obrador.

Dalam pidatonya di depan puluhan ribu pendukung pada peringatan tahun pertamanya menjabat sebagai presiden pada Minggu (1/12), Lopez Obrador menegaskan bahwa Meksiko akan menangani masalah keamanannya.

Sponsored

Merespons upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana untuk memberi label kelompok teroris bagi geng-geng Narkoba di Meksiko, Lopez Obrador menyatakan akan menggandakan upaya untuk mengekang aktivitas kartel narkoba.

Dia menegaskan tidak akan menerima intervensi dari pihak asing dalam urusan keamanan.

"Kami tidak akan menerima intervensi apa pun, kami adalah negara bebas yang berdaulat," tegas dia.

Pernyataan Trump menimbulkan kekhawatiran di Meksiko. Banyak yang menganggap AS dapat mencoba mengambil langkah sepihak untuk menghancurkan kartel narkoba. Jaksa Agung AS William Barr akan mengunjungi negara itu pekan depan untuk membahas kerja sama keamanan.

Belum lama ini pemerintahan Lopez Obrador menuai kritikan dari dalam dan luar negeri menyusul pembantaian yang terjadi pada 4 November, di mana anggota geng narkoba membunuh sembilan wanita dan anak-anak yang berasal dari komunitas Mormon di Meksiko utara.

Kecaman diperparah dengan pembebasan Ovidio Guzman, salah satu putra gembong narkoba, Joaquin "El Chapo" Guzman. Lopez Obrador membela pembebasan tersebut, mengatakan hal itu dilakukan untuk mencegah pertumpahan darah yang tidak diinginkan.

"Para musuh bisa saja menyebut langkah itu sebagai kesalahan, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada nyawa warga sipil," ujar dia.

Pada 2018, tingkat pembunuhan mencapai rekor tertinggi di Meksiko dan angka tahun ini diperkirakan akan melampauinya.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya