logo alinea.id logo alinea.id

Cacar monyet di Singapura, KBRI beri imbauan bagi WNI

Menurut Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya, situasi di Negeri Singa berangsur normal dan tidak ada kepanikan.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 14 Mei 2019 14:52 WIB
Cacar monyet di Singapura, KBRI beri imbauan bagi WNI

Pada Kamis (9/5), Singapura melaporkan kasus pertama virus cacar monyet yang langka. Pemerintah setempat meyakini bahwa virus tersebut dibawa oleh lelaki asal Nigeria yang terinfeksi akibat memakan daging hewan liar.

Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menuturkan bahwa KBRI Singapura sudah menyebarkan imbauan untuk waspada bagi WNI yang berada di sana.

"Imbauan sudah kita sosialisasikan melalui akun media sosial kepada WNI di Singapura," jelasnya kepada Alinea.id pada Selasa (14/5).

Situasi di Singapura, menurut Dubes Ngurah, berangsur normal dan tidak ada kepanikan.

"Pemerintah Singapura sudah menangani pihak-pihak yang kemungkinan terpapar virus ini, kondisinya sudah biasa saja," kata dia.

Situs Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan imbauan bagi WNI untuk terus mengikuti perkembangan situasi.

"Kami mengimbau Anda yang sedang berada di Singapura untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan situasi melalui media lokal maupun situs Kementerian Kesehatan Singapura (MOH)," tulis pernyataan tersebut.

Cacar monyet merupakan virus yang mirip dengan cacar manusia. Meski tidak mudah menular, cacar tersebut dapat berakibat fatal.

Sponsored

Centers for Disease Control and Prevention memaparkan, infeksi cacar monyet bagi manusia tercatat hanya tiga kali terjadi di luar Afrika yakni di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Demikian dilaporkan oleh Reuters.

Kasus cacar monyet pada manusia secara sporadis telah dilaporkan di wilayah barat dan tengah Afrika sejak 1970-an. Pada 2003, kasus pertama di luar Afrika terjadi di AS. Kemudian pada September 2018, kasus cacar monyet menular ke warga Inggris yang baru pulang setelah mengunjungi Nigeria.

Dalam pernyataan pada Kamis malam waktu setempat, MOH menyampaikan bahwa pasien yang terinfeksi adalah warga Nigeria berusia 38 tahun yang tiba di Singapura pada akhir April.

"Meskipun risiko penyebarannya rendah, MOH mengambil tindakan pencegahan," sebut pernyataan kementerian itu.

Mereka menambahkan, penyelidikan yang sedang berlangsung menunjukkan ada sebanyak 23 orang yang diidentifikasi melakukan kontak dekat dengan pasien selama dia berada di Singapura.

Pihak berwenang menjelaskan, sebelum tiba di Singapura, pria itu menghadiri pernikahan di Nigeria di mana dia mengonsumsi daging bushmeat atau daging hewan liar yang kemungkinan menjadi sumber penularan virus.

Daging bushmeat, yang bisa jadi daging simpanse, gorila, kijang, burung, atau reptil merupakan makanan pokok di sejumlah wilayah Afrika.

Cacar monyet umumnya berlangsung selama dua hingga empat minggu. Gejala cacar dimulai dari demam dan sakit kepala, kemudian berlanjut pada menyebarnya benjolan kecil yang disebut pustula ke seluruh tubuh.

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Mencari keadilan tragedi kerusuhan 22 Mei

Minggu, 26 Mei 2019 02:15 WIB
Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Ambu: Konflik 3 generasi dan adat Suku Baduy

Sabtu, 25 Mei 2019 11:56 WIB