sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China dan Rusia dukung Indonesia jadi hub vaksin di Asia Tenggara

Rusia telah memberikan dukungan politik bagi pengembangan kerja sama vaksin dengan Indonesia. 

Hermansah
Hermansah Jumat, 02 Apr 2021 21:05 WIB
China dan Rusia dukung Indonesia jadi hub vaksin di Asia Tenggara
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengaku telah mendapatkan dukungan dari Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, agar Indonesia menjadi hub vaksin di Asia Tenggara.

"Secara prinsip China memberikan dukungan terhadap inisiatif ini. Begitu juga dengan Rusia," kata dia saat memberikan keterangan secara virtual, Jumat (2/4).

Dia mengaku, pembahasan ide ini ke China masih pada tahap awal. Namun untuk merealisasikan inisiatif tersebut, Indonesia telah mengusulkan kerja sama penguatan riset pengembangan vaksin, pengembangan industri bahan baku, dan peningkatan kapasitas produksi vaksin nasional. Semua ide ini akan dibahas lebih lanjut dalam kesempatan berbeda.

Sementara pembahasan dengan Rusia mengenai hal ini telah berlangsung cukup lama. Bahkan Rusia telah memberikan dukungan politik bagi pengembangan kerja sama vaksin dengan Indonesia. 

Selain itu, Menlu mengaku juga telah meminta kepada Menlu China agar memberikan dukungan pengiriman vaksin dari produsen China sesuai dengan komitmen yang mengikat.

"Pengiriman vaksin dapat dilakukan sesuai jadwal yang ada. Isu ini juga dibahas langsung dengan para produsen vaksin di China," ucap dia.

Hal itu penting karena saat ini muncul berbagai pembatasan dan larangan ekspor dari negara-negara produsen vaksin. Alasannya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Padahal pembatasan dan larangan ini sangat berpengaruh pada laju rantai pasok penyediaan vaksin bagi dunia. Baik melalui jalur bilateral maupun melalui jalur multilateral.

Jika pembatasan dan pelarangan ini terus terjadi, maka dikhawatirkan akan semakin lama dunia lepas dari pandemi. Muaranya pada pemulihan ekonomi yang juga semakin lama.

Sponsored

 

Berita Lainnya