sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China desak Continental Jerman berhenti menggunakan fasilitas di Lithuania

 Tekanan itu dilakukan di tengah perselisihan antara Beijing dan negara Baltik mengenai status Taiwan.

Elmo Julianto
Elmo Julianto Jumat, 17 Des 2021 18:55 WIB
China desak Continental Jerman berhenti menggunakan fasilitas di Lithuania

China menekan raksasa suku cadang mobil Continental (CONG.DE) untuk berhenti menggunakan komponen yang dibuat di Lithuania. Tekanan itu dilakukan di tengah perselisihan antara Beijing dan negara Baltik mengenai status Taiwan.

Pemerintah China memandang Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai wilayahnya. China menurunkan hubungan diplomatik dengan Lithuania bulan lalu, setelah pembukaan kantor perwakilan oleh Taiwan di Vilnius. Koalisi penguasa Lituania juga telah setuju untuk mendukung gerakan “Freedom” di pulau itu pada tahun lalu.

Awal bulan ini, seorang pejabat senior pemerintah dan badan industri menyebut China, telah mengatakan kepada perusahaan multinasional untuk memutuskan hubungan dengan Lithuania atau menghadapi penutupan dari pasar China. 

Salah satu pembuat suku cadang mobil terbesar di dunia tersebut, memiliki fasilitas produksi di Lituania, membuat suku cadang elektronik seperti pengontrol pintu dan kursi kendaraan, dan mengekspor ke klien secara global termasuk China.

Continental menolak berkomentar apakah telah diminta Pemerintah China untuk memutuskan hubungan dengan Lithuania.

Namun, Kementerian Luar Negeri China membantah bahwa Beijing telah menekan perusahaan multinasional, untuk tidak menggunakan suku cadang yang diproduksi Lituania. Meskipun mengatakan tidak lagi mempercayai Lituania.

"Praktek 'satu China, satu Taiwan' sangat mengganggu urusan dalam negeri China dan secara serius melanggar kepentingan inti China," tambah seorang juru bicara.

China telah menekan negara-negara untuk menurunkan atau memutuskan hubungan mereka dengan Taiwan yang diperintah secara demokratis.

Sponsored

"Saya mendengar bahwa banyak perusahaan China tidak lagi menganggap Lithuania sebagai mitra yang dapat dipercaya," kata juru bicara itu. "Lithuania harus melihat sendiri alasan mengapa perusahaan Lithuania menghadapi kesulitan dalam perdagangan dan kerja sama ekonomi di China."

Perdagangan langsung Lithuania dengan China terbilang sederhana, tetapi ekonomi berbasis ekspornya adalah rumah bagi ratusan perusahaan yang membuat produk seperti furnitur, laser, makanan dan pakaian untuk perusahaan multinasional yang menjual ke China.

Kantor luar negeri Lithuania mengatakan. perusahaan yang beroperasi di Lithuania telah berhasil mengintegrasikan diri ke dalam rantai pasokan internasional, sehingga langkah-langkah tekanan ekonomi China dapat menyebabkan berbagai gangguan pada perusahaan yang beroperasi di Lithuania.

"Kami memantau, menganalisis, dan mengevaluasi setiap kasus seperti itu, termasuk di antara perusahaan-perusahaan Jerman ini," kata juru bicara itu, seraya menambahkan, pihaknya mencari solusi berkelanjutan jangka panjang dan cara untuk melanjutkan arus perdagangan dengan China.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB
×
tekid