sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Darurat Papua Nugini selang kerusuhan warga

Papua Nugini umumkan keadaan darurat selama sembilan bulan ke depan di Southern Highlands dan menyetop pemerintahan sementara.

Purnama Ayu Rizky
Purnama Ayu Rizky Sabtu, 16 Jun 2018 14:41 WIB
Darurat Papua Nugini selang kerusuhan warga

Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi, dan mengirim pasukan ke dataran tinggi berbatu. Tujuannya, demi memulihkan ketertiban setelah perusuh terus mengamuk dan membakar sejumlah titik di penjuru negeri.

Kekerasan di Papua Nugini memang kerap meletus. Kerumunan bersenjata, yang marah atas kegagalan calon pemimpin mereka di pemilihan gubernur, lantas berbuat anarkis. Mereka membakar pesawat terbang, menjarah gudang, dan membakar gedung di Mendi, Southern Highlands, minggu ini.

Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat selama sembilan bulan di provinsi tersebut. Ditambah menyetop sementara pemerintahnya, kata Perdana Menteri Peter O'Neill pada Jumat (15/6).

"Tindakan orang-orang yang sembrono merusak properti di Mendi telah membuat jijik bangsa," kata O'Neill di lamannya, dikutip Antara.

Oleh karena itu, lanjutnya, polisi akan menyelidiki setiap penghasut, yang terlibat dalam kerusuhan.

Thomas Eluh, mantan polisi yang bertindak sebagai pengelola provinsi tersebut, telah diberikan kekuatan darurat konstitusional. Polisi, termasuk regu mobil, segera dikerahkan, bersama dengan penyelidik kriminal, tambah O'Neill .

Lebih dari 200 tentara pasukan pertahanan Papua Nugini akan diterbangkan ke Kota Mount Hagen pada Sabtu (16/6), sebelum melakukan perjalanan ke Mendi, kata media Loop PNG. Laporan strategi gerakan pasukan itu sendiri tidak dapat dipastikan secara mandiri.

Penjarah menggeledah gudang pasokan bantuan gempa selama kerusuhan Mendi, kata Barclay Tenza, juru bicara bencana provinsi.

"Mereka mengambil semua bahan makanan," katanya melalui telepon dari Port Moresby.

Banyak warga masih menerima bantuan setelah gempa berkekuatan 7,5 Februari menewaskan 100 orang. Ini jadi ujian keuangan dan kemampuan salah satu negara termiskin di dunia itu.