sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dinilai bias rasis, program bela negara di Malaysia dikaji

Banyak pihak menilai program bela negara terlalu bias rasis karena hanya menekankan pada warga etnik Melayu.

Dika Hendra
Dika Hendra Kamis, 28 Jun 2018 15:30 WIB
Dinilai bias rasis, program bela negara di Malaysia dikaji
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Malaysia akan mengkaji program pengabdian nasional atau biasa disebut dengan bela negara. Banyak pihak menilai program tersebut terlalu bias rasis karena hanya menekankan pada warga etnik Melayu.

Program yang dikenalkan pada 2016 itu sebenarnya bersifat sukarela bagi warga yang sudah memenuhi usia 18 tahun. Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan pihaknya akan mengkaji program pengabdian nasional pada rapat kabinet.

“Mungkin kami akan mengubah kurikulum, tapi kami ingin semua anak muda bisa mengikutinya. Semua etnik diharapkan bisa bergabung,” kata Sabu dilansir Channel News Asia pada Kamis (28/6).

Bagi Pemerintah Malaysia, program bela negara dinilai sangat penting karena ingin menjaga generasi muda memiliki jiwa nasionalis. Sehingga mereka mencintai bangsanya. 

Sponsored

Selain itu, diharapkan para pemuda Malaysia bisa memiliki sikap dan kepribadian yang baik dengan bela negara yang dikenalkan. Sabu menambahkan, program bela negara dilakukan dalam bahasa modern sehingga anak muda bisa menjadi warga yang baik.

Fokus utama bela negara, kata Sabu, bukan kemampuan militer tetapi mengajarkan demokrasi. Sebab jika sistem itu tidak baik, mereka harus memiliki kemampuan untuk mengubah dengan jalur yang demokratis. 

Sebelumnya, pada program bela negara Malaysia memicu kontroversi. Padahal, banyak partisipan yang dilatih menggunkan senjata.

Berita Lainnya