close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi. Foto: Ist
icon caption
Ilustrasi. Foto: Ist
Dunia
Jumat, 03 November 2023 17:07

Ditangkapnya predator anak, setelah salah kirim video ke paman korban

Video itu berisi gambar tak senonoh pelaku paedofilia itu bersama korban yang sebenarnya masih kerabat dekat.
swipe

Seorang pria Free State, Afrika Selatan berusia 60 tahun telah dipenjara karena memperkosa seorang gadis berusia 10 tahun. Perbuatan kejinya diketahui setelah dia salah kirim video kepada paman korban.

Video itu berisi gambar tak senonoh pelaku paedofilia itu bersama korban yang sebenarnya masih kerabat dekat.

Dilaporkan, Timeslive, paman gadis tersebut sedang berada di rumah saat menerima pesan dari salah satu anggota keluarga beserta video musiknya pada 17 April 2021.

Saat membuka pesan, dia menyadari salah satu orang dalam video pornografi anak tersebut adalah anak dari saudara perempuannya yang berusia 10 tahun.

Video tersebut memperlihatkan korban direkam oleh tersangka yang merupakan salah satu anggota keluarganya saat melakukan perbuatan seksual atas perintahnya.

Pamannya segera menghubungi polisi.

Video-video itu diunduh dari ponselnya setelah penangkapannya. Pelaku telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara langsung oleh pengadilan regional Excelsior karena pemerkosaan. Namanya juga masuk dalam daftar nasional pelaku kejahatan seks.

Sejumlah kasus terkait paedofilia di Afrika Selatan pernah mengemuka antara lain pada awal tahun ini di mana seorang pensiunan kepala sekolah ditangkap di Afrika Selatan karena aksi paedofilianya saat mengajar di sekolah-sekolah terkemuka di Skotlandia. 

Penangkapan itu bermula dari pengakuan penyiar BBC mengungkap Nicky Campbell bahwa saat sekolah pada 1970-an ia menyaksikan guru bernama Edgar itu melecehkan murid pria di Edinburgh Academy. Eks PM Tony Blair pernah menjadi pelajar di sekolah itu. 

Pengungkapan kasus paedofilia lawas ini menyulut tuntutan agar pria tersebut diekstradisi dari Afrika Selatan ke Inggris.

Awal tahun ini, seorang paedofil Gerhard Ackerman dinyatakan bersalah atas lebih dari 700 dakwaan, termasuk perdagangan manusia terhadap anak di bawah umur, pemerkosaan, pemikatan anak (sexual grooming), eksploitasi seksual terhadap anak-anak, percobaan pembunuhan, kepemilikan dan pembuatan pornografi anak, dan pemerkosaan paksa.

Hal ini terkait dengan jaringan pelecehan seksual terhadap anak yang ia jalankan di Johannesburg, yang berkedok sebagai panti pijat.

Kasus lain, Mark Minnie seorang mantan detektif, jurnalis investigasi dan penulis mati secara misterius hanya sepekan setelah ia menerbitkan bukunya The Lost Boys of Bird Island, pada 2018. Buku itu mengupas skandal korupsi di era pemerintahan Apartheid Afrika Selatan dan jaringan paedofilia yang diduga melibatkan sejumlah figur sentral di pemerintahan dan pengusaha, seperti Magnus Malan, mantan menteri pertahanan rezim Apartheid Afrika Selatan era 80an hingga 90an. Magnus Malan sendiri sudah meninggal pada 2011.

Saat jasadnya ditemukan, peluru bersarang di kepala Minnie, 58. Surat 'wasiat' juga ditemukan di TKP. Namun, sejumlah pihak meragukan Minnie telah bunuh diri, dan mengaitkan kematiannya dengan penerbitan buku itu.

Pada 2013, Kardinal Wilfrid Fox Napier, Uskup Agung Katolik Durban mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Menurut dia pedofilia bukan kejahatan melainkan penyakit.(news24,reuters,timeslive, thesouthafrican)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan