sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DK PBB sahkan resolusi RI tentang perempuan penjaga perdamaian

Resolusi digagas Indonesia dan disponsori oleh 97 negara PBB.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 29 Agst 2020 15:49 WIB
DK PBB sahkan resolusi RI tentang perempuan penjaga perdamaian
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) berhasil mengesahkan secara konsensus Resolusi 2538 mengenai personel perempuan dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB, pada Jumat (28/8). Resolusi tersebut merupakan kontribusi Indonesia dalam diplomasi perdamaian.

"Ini merupakan resolusi pertama dalam sejarah diplomasi Indonesia di DK PBB. Hal ini sekaligus merupakan wujud sumbangsih Indonesia dalam meningkatkan peran perempuan sebagai agen perdamaian, khususnya dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (29/8).

Menlu Retno menyatakan bahwa ini merupakan peristiwa penting karena untuk pertama kalinya DK PBB meloloskan resolusi yang secara khusus menyoroti peran personel perempuan penjaga perdamaian dunia. Selain itu, Retno menyebut, resolusi tersebut tergolong langka karena disponsori bersama oleh seluruh anggota DK PBB. Resolusi yang digagas Indonesia tersebut disponsori oleh 97 negara PBB, termasuk seluruh anggota DK PBB.

Sejak awal bergabung menjadi anggota tidak tetap DK PBB pada 2019, Indonesia secara konsisten memperjuangkan diplomasi perdamaian dan pemberdayaan perempuan dalam perdamaian dunia.

Resolusi 2538 menekankan perlunya peningkatan jumlah personel perempuan dalam misi PBB, kerja sama pelatihan dan pengembangan kapasitas, pembentukan jejaring dan database personel perempuan, peningkatan keselamatan dan keamanan, penyediaan sarana dan fasilitas khusus bagi personel perempuan, serta kerja sama PBB dengan organisasi kawasan.  

"Dukungan atas inisiatif Indonesia ini tidak terlepas dari diplomasi, kredibilitas, dan rekam jejak kami dalam misi perdamaian PBB, termasuk kiprah personel perempuan Indonesia di berbagai misi PBB," ujar Menlu Retno.

Saat ini, personel perempuan penjaga perdamaian PBB berjumlah 5.327 atau 6,4% dari total 82.245 personel.

Indonesia adalah salah satu kontributor personel perempuan terbesar dengan 158 personel yang bertugas di tujuh misi PBB yaitu Lebanon, Kongo, Afrika Tengah, Sudan Selatan, Darfur, Mali, dan Sahara Barat. Sejak 1999, Indonesia telah mengirim lebih dari 570 personel perempuan ke berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB.

Sponsored
Berita Lainnya