logo alinea.id logo alinea.id

Dubes baru Inggris paparkan agenda kerja sama dengan Indonesia

Menurut Jenkins, kemitraan dengan Inggris sebagai salah satu kekuatan dunia, akan menjadikan Indonesia semakin besar dan berkembang.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 15 Agst 2019 08:56 WIB
Dubes baru Inggris paparkan agenda kerja sama dengan Indonesia

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins memaparkan agenda kerja sama dengan Indonesia selama empat tahun ke depan. Jenkins yang menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Joko Widodo pekan lalu menuturkan bahwa Indonesia-Inggris memiliki potensi untuk meningkatkan hubungan bilateral.

"Ada potensi besar untuk melakukan lebih banyak lagi. Kemitraan dengan Inggris, sebagai salah satu kekuatan dunia, akan menjadikan Indonesia semakin besar dan berkembang," tutur Dubes Jenkins dalam konferensi pers di Kedutaan Inggris, Jakarta, pada Rabu (14/8).

Jenkins menuturkan bahwa sebelum resmi menjadi dubes untuk Indonesia, dia sudah bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi pada Juni. Saat itu, Menlu Retno berkunjung ke London untuk mengikuti forum kemitraan dan membahas berbagai bentuk kerja sama.

"Saya dapat lebih memahami seberapa luas bidang kerja sama antara kedua negara," ungkapnya.

Untuk empat tahun ke depan, Dubes Jenkins berharap Indonesia dan Inggris dapat meningkatkan kerja sama di bidang politik, perdagangan, investasi dan ekonomi.

Bidang lain yang menjadi fokus kolaborasi kedua negara adalah pembangunan berkelanjutan. Inggris, lanjutnya, melihat bahwa Indonesia perlu menemukan cara untuk menopang ekonomi nasional dengan pembangunan berkelanjutan.

Dubes Jenkins menuturkan bahwa baik Indonesia maupun Inggris memiliki banyak nilai dan minat yang sama. Salah satunya di bidang kebebasan pers.

"Gagasan bahwa kebebasan pers merupakan salah satu elemen dasar dari masyarakat demokratis adalah sesuatu yang sama-sama dipegang oleh kedua negara," sebut Jenkins.

Sponsored

Selain itu, Dubes Jenkins ingin agar Inggris dan Indonesia meningkatkan kerja sama di bidang keamanan. 

"Kerja sama di bidang keamanan akan memastikan bahwa dunia memiliki sistem aturan yang memungkinkan negara-negara memberikan keamanan dan kemakmuran bagi rakyat masing-masing," jelas diplomat Inggris itu.

Hubungan bilateral pasca-Brexit

Dubes Jenkins menegaskan bahwa Inggris pasti akan hengkang dari Uni Eropa pada tenggat 31 Oktober 2019.

"Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah berulang kali menyatakan ini, Inggris akan meninggalkan Uni Eropa," tutur Dubes Jenkins.

Untuk hubungan bilateral, Jenkins menilai Brexit seharusnya menjadi kesempatan besar untuk mendongkrak kerja sama.

"Memang proses Brexit tidak mudah, tetapi perlu dipahami bahwa setelah Brexit terjadi, Indonesia dan Inggris dapat membentuk hubungan yang sepenuhnya disesuaikan dengan apa yang kedua negara inginkan," kata dia.

Dia menyebut, ada beberapa area di mana Inggris ingin memiliki hubungan yang berbeda dengan Indonesia. Melalui Brexit, kedua negara dapat membuat penyesuaian yang diperlukan.

Meski begitu, Jenkins menyatakan, Brexit tidak akan mengubah hubungan Indonesia-Inggris secara dramatis.

"Inggris selalu terlibat dengan Indonesia, baik sebagai anggota Uni Eropa maupun sebagai pemain dalam hubungan bilateral," jelas Jenkins.

Dubes Jenkins menyampaikan bahwa pemerintah Inggris yang baru, di bawah kepemimpinan PM Johnson, menilai ada peluang besar dalam kerja sama dengan Indonesia dan berencana untuk mengembangkannya.

Inggris pun tidak melewatkan arti penting ASEAN. Karenanya, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab memilih untuk menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (AMM) pada akhir Juli sebagai dinas luar negeri pertamanya.

"Saat itu, Menlu Raab mendiskusikan kerja sama antara Inggris dan ASEAN," ujar Jenkins.

Dubes Jenkins menyampaikan bahwa Inggris menginginkan hubungan dekat dengan ASEAN. Maka itu, Inggris akan mendelegasikan duta besar khusus ASEAN.

"Duta besar Inggris untuk ASEAN kira-kira akan tiba di Indonesia sekitar tiga bulan lagi," kata dia. "Kami ingin terlibat dalam percakapan dengan ASEAN tentang bagaimana kami meningkatkan hubungan ini menjadi lebih baik."

Dia menambahkan, Inggris memandang ASEAN sebagai kekuatan besar di Asia Tenggara dan telah muncul sebagai salah satu aktor internasional yang penting.

Fan Arsenal

Setelah lebih dari sebulan menetap di Jakarta, Dubes Jenkins mengaku bahwa pertanyaan yang paling sering dilontarkan kepadanya oleh orang Indonesia adalah mengenai tim sepak bola mana yang dia dukung.

"Jawabannya adalah Arsenal. Sebagai seseorang yang lahir dan besar di London, hanya ada satu tim di London yaitu Arsenal," ungkap Dubes Inggris itu.

Dia mengaku akan berupaya lebih terlibat dengan penggemar Arsenal di Indonesia.

"Saya bahkan sudah mengikuti akun-akun basis penggemar Arsenal di Indonesia di Twitter. Saya akan belajar banyak dari mereka," imbuhnya.

Jenkins merupakan seorang diplomat karier yang telah bergabung dengan Foreign and Commonwealth Office (FCO) sejak 1991. Dia telah bertugas dalam misi diplomatik Inggris di Turki, Argentina, Brussels dan India.

Dia memiliki ketertarikan dalam sejumlah isu seperti perubahan iklim, ekonomi, keamanan internasional serta pembangunan berkelanjutan.