sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Indonesia-Palestina tingkatkan kerja sama lewat lokakarya bisnis

Lokakarya tersebut dapat berfungsi untuk memperkenalkan produk dan jasa Palestina kepada mitra dagang potensial yang ada di Indonesia.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 24 Jul 2019 13:58 WIB
Indonesia-Palestina tingkatkan kerja sama lewat lokakarya bisnis
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Indonesia dan Palestina berupaya meningkatkan kerja sama perdagangan melalui lokakarya bertajuk "Export-led Prosperity, Made in Palestine" di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu (24/7).

Sekretaris Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Moga Simatupang menyatakan bahwa Indonesia menilai hubungan perdagangan dengan Palestina yang sangat penting untuk terus ditingkatkan.

Menurutnya, lokakarya tersebut dapat berfungsi untuk memperkenalkan produk dan jasa Palestina kepada mitra dagang potensial yang ada di Indonesia.

"Melalui acara ini, diharapkan mitra bisnis potensial di Indonesia akan mendapatkan informasi lengkap mengenai potensi perdagangan dan investasi di Palestina," tutur Moga.

Selain itu, pemerintah Indonesia pun bisa mendapatkan masukan untuk menentukan langkah-langkah kerja sama lebih lanjut dengan pemerintah Palestina.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh sejumlah pengusaha Indonesia dari berbagai sektor, Japan International Cooperation Agency (JICA), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Indonesia berharap pihak Palestina dapat menawarkan peluang perdagangan dan investasi secara detail sehingga dalam pertemuan ini dapat terjadi pertukaran business to business (B2B) antara apa yang dibutuhkan Palestina dan apa yang dapat ditawarkan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan itu," tambahnya.

Senada dengan Moga, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bidang Hubungan Timur Tengah Mufti Hamka Hasan percaya lokakarya itu akan memperkuat hubungan pebisnis kedua negara.

Sponsored

"Saya yakin pertemuan ini akan menjadi platform yang layak agar komunitas bisnis dari kedua negara dapat memperkuat kolaborasi yang saling menguntungkan," ujar Mufti.

Dia menilai, melalui lokakarya ini, pihak Palestina dapat mengindentifikasi secara detail jenis kerja sama perdagangan yang ingin mereka bangun dengan Indonesia.

"Jadi, dalam pertemuan ini kami berharap akan lebih paham kebutuhan mereka apa, produknya apa, butuh jenis investasi macam apa agar pengusaha Indonesia bisa langsung menyesuaikannya saat hendak berbisnis dengan pihak Palestina," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Perkembangan Perdagangan dari Kementerian Keuangan Palestina Jawad Almuty menyatakan bahwa Indonesia dan Palestina akan memperkuat hubungan ekonomi, meskipun ada kendala akibat konflik dengan Israel.

"Ruang gerak ekonomi Palestina dipersempit Israel. Namun, Indonesia dan Palestina terus bersama-sama berkomitmen meningkatkan kondisi perekonomian kami," ujarnya.

Di sisi lain, Mufti percaya bahwa kunjungan delegasi Palestina ke Indonesia akan memberikan dampak besar bagi kerja sama ekonomi dan bisnis kedua negara.

Indonesia, lanjutnya, merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan menjadi pintu gerbang bisnis di kawasan ini.

"Tantangan bagi komunitas bisnis dari kedua belah pihak adalah bagaimana kita dapat memanfaatkan peluang untuk menghasilkan keuntungan bersama. KADIN senang hubungan antara Indonesia dan Palestina tetap kokoh dan terjalin dengan persahabatan tulus," ungkap dia.

Walaupun volume perdagangan antara kedua negara masih kecil, KADIN percaya bahwa prospek kemajuan hubungan perdagangan pasti akan meningkat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai total perdagangan Indonesia-Palestina pada 2018 mencapai US$3,5 juta. Nilai itu terdiri dari ekspor Indonesia ke Palestina sebesar US$2,8 juta dan impor Indonesia sebesar US$727.000.

"Masih ada ruang untuk meningkatkan hubungan perdagangan kami," lanjut Mufti.

Untuk itu, Mufti menyatakan KADIN memfasilitasi pembentukan Dewan Bisnis Bersama Indonesia-Palestina (JIPBC) yang bertujuan untuk mengembangkan jejaring bisnis antara kedua negara.

Berita Lainnya