sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dorong ekonomi, RI-Singapura ratifikasi Bilateral Investment Treaty

Menlu Retno menilai ratifikasi BIT akan mendorong pemulihan ekonomi kedua negara di tengah pandemik Covid-19.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 09 Mar 2021 15:14 WIB
Dorong ekonomi, RI-Singapura ratifikasi Bilateral Investment Treaty

Indonesia dan Singapura mengadakan pertukaran ratifikasi dari Indonesia-Singapore Bilateral Investment Treaty (BIT) yang sudah ditandangani sejak Oktober 2018.

"Seremoni ini menjadi tonggak dari ikatan ekonomi kedua negara yang kuat," jelas Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam upacara ratifikasi yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (9/3).

Dia menuturkan, Singapura merupakan mitra perdagangan dan investasi utama bagi Indonesia. Berdasarkan data, "Negeri Singa" menjadi investor terbesar dengan nilai total investasi sebesar US$9,8 miliar pada 2020.

Jumlah itu merupakan peningkatan yang signifikan dari US$6,5 miliar pada 2019.

Ratifikasi BIT, jelas Menlu Retno, berfungsi sebagai pendorong ekonomi untuk mempercepat pemulihan ekonomi kedua negara di tengah pandemi Covid-19.

"BIT berpotensi meningkatkan investasi dua arah, berkisar antara 18-22% selama lima tahun ke depan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Retno menilai, BIT sebagai perjanjian yang membawa situasi win-win bagi kedua negara. Pasalnya, BIT menjadi perjanjian investasi bilateral pertama yang mulai berlaku setelah melalui proses peninjauan bertahun-tahun oleh pemerintah Indonesia.

Menurutnya, BIT nantinya dapat dijadikan sebagai model atau tolok ukur perjanjian investasi Indonesia dengan negara lain.

Sponsored

"Perjanjian ini memberikan kepastian dan kepercayaan yang lebih karena menawarkan perlindungan hukum bagi investor Indonesia dan Singapura," sambungnya.

Selain itu, Menlu Retno menyatakan, BIT mencerminkan komitmen kuat kedua negara menuju kerja sama ekonomi yang terbuka dan adil.

"Saya sangat yakin kedua negara akan terus memperkuat kerja sama untuk memenangkan pertempuran melawan Covid-19, termasuk untuk memastikan pemulihan ekonomi yang baik," ujarnya.

Selain BIT, Indonesia dan Singapura juga telah menerapkan Travel Corridor Arrangement (TCA) yang menurut Menlu Retno juga akan mendorong perekonomian kedua negara.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Chan Chun Sing, menyampaikan kepuasannya lantaran masing-masing negara berhasil menyelesaikan proses ratifikasi domestik dari BIT setelah lebih dari dua tahun.

"Dengan BIT, bahkan di tengah pandemi Covid-19, tentunya akan memperkuat kemitraan kedua negara," lanjutnya.

Dia meyakini, BIT akan semakin meningkatkan daya tarik Indonesia di mata perusahaan-perusahaan Singapura.

Selain itu, dirinya menyampaikan, BIT memberikan perlindungan tambahan untuk investasi Indonesia di Singapura dan sebaliknya. "Ini termasuk perlindungan dari perlakuan diskriminatif dan perampasan ilegal," ungkap Menteri Chan.

Dia berharap kepastian yang diberikan BIT akan membantu Singapura dan Indonesia mempromosikan lebih banyak investasi bilateral, memfasilitasi arus perdagangan yang lebih besar, serta mendorong hubungan antarbisnis antara kedua negara.

Berita Lainnya