sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Iran bersumpah balas AS atas kematian Jenderal Soleimani

Soleimani tewas dibunuh dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, Jumat (3/1).

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 03 Jan 2020 17:17 WIB
Iran bersumpah balas AS atas kematian Jenderal Soleimani
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Presiden Iran Hassan Rouhani bersumpah akan membalas Amerika Serikat atas pembunuhan Kepala Pasukan Quds Mayor Jenderal Qasem Soleimani. Dia tewas dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pada Jumat (3/1).

"Perlawanan terhadap AS akan terus berlanjut. Iran akan membalas dendam atas kejahatan keji ini," twit dia.

Soleimani memimpin Pasukan Quds, unit elite Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) yang menangani operasi klandestin di luar negeri sejak 1998.

Kemudian dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Rouhani menuturkan, kematian Soleimani mendorong Iran untuk lebih tegas melawan AS.

"Pembunuhan Soleimani akan membuat Iran lebih tegas menentang ekspansionisme AS dan mempertahankan nilai-nilai Islam kita," ujar Rouhani. "Tanpa ragu, Iran dan sejumlah negara lain di kawasan akan membalas dendam."

Ancaman balas dendam juga disampaikan oleh Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami.

"Iran akan mengambil tindakan balas dendam atas tewasnya Soleimani .... Kami akan membalas seluruh pihak yang terlibat dan bertanggung jawab atas pembunuhannya," ujar Hatami.

Sponsored

Pada Jumat, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari ke depan. Dia menyatakan bahwa seluruh pihak yang membunuh Soleimani akan menghadapi tindakan balas dendam yang keras.

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan AS mengungkapkan bahwa serangan udara tersebut dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump.

Pejabat Irak melaporkan, selain Soleimani, komandan militer Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) Abu Mahdi al-Muhandis juga tewas dalam serangan yang sama. PMF adalah payung kelompok paramiliter yang merupakan faksi paling kuat yang dekat dengan Teheran.

Serangan udara AS menghancurkan dua kendaraan di Bandara Baghdad. Al-Muhandis dilaporkan tiba di bandara untuk menyambut Soleimani yang baru datang dari Lebanon atau Suriah.

Selain Soleimani dan Muhandis, lima orang lainnya juga terbunuh dalam serangan udara itu.

Kecaman terhadap serangan udara AS juga datang dari berbagai pihak. Pada Jumat, seorang sumber anonim dari Kementerian Luar Negeri Suriah menuturkan bahwa negaranya mengutuk keras agresi AS yang berbahaya. Dia menyebut, serangan Washington merupakan eskalasi serius di kawasan.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengecam ofensif AS, menyebutnya sebagai agresi yang dapat memicu perang yang menghancurkan.

"Pembunuhan Soleimani merupakan agresi terhadap pemerintah dan rakyat Irak," kata PM Abdul Mahdi.

PM Abdel Mahdi menganggap serangan udara itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap otorisasi kehadiran pasukan AS di Irak.

Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah berduka atas tewasnya Soleimani. Dia bersumpah akan membalas kematiannya.

"Untuk meneruskan perjuangan Jenderal Soleimani, kami akan mengibarkan benderanya di medan-medan perang," ungkap Nasrallah dalam pernyataannya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut pembunuhan Soleimani sebagai langkah yang akan meningkatkan ketegangan di seluruh kawasan.

"Soleimani mengabdi untuk melindungi kepentingan Iran. Kami menyatakan belasungkawa kepada rakyat Iran," jelas Kemlu Rusia seperti dilaporkan oleh kantor berita TASS.

Di sisi lain, China pada Jumat mendesak seluruh pihak, terutama AS, agar tetap tenang dan menahan diri demi menghindari peningkatan ketegangan.

"Tiongkok selalu menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang dalam konferensi pers harian.

Seluruh pihak, tambahnya, juga perlu menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Irak.

Kedubes AS desak warganya tinggalkan Irak

Kedubes AS di Baghdad mendesak warganya untuk segera meninggalkan Irak atas kekhawatiran tindakan balasan.

"Warga AS disarankan untuk pergi dari Iran melalui jalur udara dan jika tidak bisa, maka dapat menjangkau negara-negara lain via jalur darat," kata kedutaan dalam pernyataannya.

Teheran pada Jumat memanggil seorang pejabat dari Kedutaan Besar Swiss, yang mewakili kepentingan AS di Iran, untuk mengutuk pembunuhan Soleimani.

"Menyusul pembunuhan Jenderal Soleimani oleh pasukan AS, kami memanggil pejabat Kedubes Swiss untuk memberikan kecaman," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi.

Serangan tidak disetujui Kongres

Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan udara yang diperintahkan Trump. Mereka mengatakan bahwa Trump tidak mendapatkan persetujuan Kongres untuk meluncurkan serangan tersebut.

"Pemerintahan Trump telah melakukan serangan udara di Irak yang menargetkan para pejabat tinggi militer Iran serta membunuh Qasem Soleimani ... Langkah ini diambil tanpa berkonsultasi dengan Kongres," ujar Pelosi.

Pelosi menyebut, serangan udara yang menewaskan Soleimani memicu eksalasi lebih lanjut di Timur Tengah.

"Prioritas tertinggi para pemimpin AS adalah melindungi warga dan kepentingan nasional. Kita tidak bisa membiarkan nyawa prajurit, diplomat, dan warga AS terancam dengan terlibat dalam tindakan provokatif," tutur dia. (CNBC, Reuters, Deustche Welle, Times of Israel, Gulf News, dan Channel News Asia)

Berita Lainnya