logo alinea.id logo alinea.id

Israel sudah tetapkan Permukiman Trump di Dataran Tinggi Golan

Pemberian nama Permukiman Trump ini dilakukan sebagai apresiasi bagi dukungan Presiden AS itu terhadap klaim Israel atas Golan.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 13 Mei 2019 10:04 WIB
Israel sudah tetapkan Permukiman Trump di Dataran Tinggi Golan

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan wilayah permukiman di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel yang akan diberi nama Donald Trump telah dipilih. Persetujuan resmi atas hal itu pun tengah berlangsung. 

Bulan lalu, Netanyahu berjanji untuk memberikan nama Donald Trump bagi sebuah wilayah di Dataran Tinggi Golan. Itu  sebagai bentuk penghargaan pengakuan Presiden Amerika Serikat itu atas klaim kedaulatan Israel di dataran strategis yang direbut dari Suriah dalam Perang Enam Hari 1967.

"Saya berjanji bahwa kita akan membangun sebuah komunitas yang diberi nama Presiden Trump. Saya beritahukan Anda bahwa kami telah memilih situs di Dataran Tinggi Golan, yang akan menjadi tempat komunitas baru ini didirikan, dan kami telah memulai prosesnya," kata Netanyahu pada awal pertemuan kabinet mingguan pada Minggu (12/5).

Pada 25 Maret, Trump memutuskan konsesus internasional lama ketika dia mengakui klaim Israel atas kedaulatan Dataran Tinggi Golan.

Israel mencaplok 1.200 kilometer persegi Dataran Tinggi Golan pada 1981, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional hingga hari ini.

Terdapat sekitar 18.000 warga Suriah dari kaum Druze, yang sebagian besar menolak untuk menjadi warga Israel, tetap berada di Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Sementara itu, sekitar 20.000 pemukim Israel telah pindah ke Golan. Mereka tersebar di 33 permukiman.

Netanyahu menuturkan bahwa dia akan mengajukan rencana permukiman baru ketika pemerintah baru mulai menjabat pasca-pemilu bulan lalu. Dia telah mengadakan pertemuan-pertemuan penting dengan para kepala partai yang diharapkan untuk bergabung dengan koalisinya. 

Sponsored

Kemenangan Netanyahu membuatnya menduduki masa jabatan kelima sekaligus menjadikannya pemimpin Israel terlama. Dia memiliki waktu hingga akhir Mei untuk membentuk aliansi.

Langkah kontroversial Trump terkait Dataran Tinggi Golan muncul setelah pada Desember 2017 dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tindakannya memicu kecaman di berbagai belahan dunia.

Status Yerusalem disebut sebagai jantung konflik Israel-Palestina, di mana Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan.

Pada 14 Mei 2018, Kedutaan Besar AS pun resmi dipindah dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sumber : Al Jazeera

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB