sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Jet tempur Israel serang Gaza untuk kedua kalinya dalam sepekan

Serangan itu merusak beberapa rumah di kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Jumat, 22 Apr 2022 10:04 WIB
Jet tempur Israel serang Gaza untuk kedua kalinya dalam sepekan

Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza untuk kedua kalinya dalam sepekan ini. Seorang saksi mata menyatakan, serangan menyasar kompleks bawah tanah yang digunakan untuk memproduksi mesin roket. Aljazeera pada Jumat (22/4) menyatakan, serangan sudah dimulai sejak Kamis (21/4). Namun, tidak ada laporan korban jiwa.

Serangan itu merusak beberapa rumah di kamp pengungsi al-Bureij di Gaza tengah. Sebelumnya pada malam hari, sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam Israel Selatan, menyebabkan sedikit kerusakan pada sebuah rumah tetapi tidak ada yang terluka, kata polisi Israel. Empat roket lagi juga ditembakkan dari Gaza, kata militer Israel. Tidak ada faksi Palestina yang mengaku bertanggung jawab atas peluncuran roket tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas, kelompok yang mengelola Gaza, mengatakan pemboman Israel hanya akan membuat warga Palestina lebih bertekad untuk melawan pendudukan dan meningkatkan dukungan mereka untuk Yerusalem dan rakyatnya. Pertempuran memang berfokus untuk memperebutkan kompleks Masjid Al Aqsa di Yerussalem yang juga dianggap sebagai tempat suci Yahudi.

Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa dan menargetkan jemaah dengan gas air mata dan peluru. Pemuda Palestina dikabarkan melawan serangan tersebut dengan bom bensin. Aparat kepolisian Israel mengatakan bahwa puluhan perusuh telah melemparkan batu dan bom bensin dari masjid. Jemaah muslim telah dilarang memasuki masjid. Tujuh warga Palestina, semuanya adalah penduduk Yerusalem timur, telah ditangkap karena dicurigai menjadi dalang kekerasan.

Sponsored

Beberapa jam sebelumnya, polisi Israel telah memblokir kerumunan pengunjuk rasa Yahudi untuk mendekati kawasan Muslim di Kota Tua Yerusalem. Gelombang kekerasan di Israel dan wilayah Palestina telah menimbulkan kekhawatiran akan kembali ke konflik yang lebih luas, setelah serangan 11 hari Israel tahun lalu di Gaza, di mana lebih dari 250 warga Palestina di Gaza dan 13 orang di Israel tewas.

Berita Lainnya