sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Junta Myanmar batalkan hasil pemilu yang dimenangkan partai Suu Kyi

Militer menyatakan bahwa pemilu tahun lalu diselenggarakan secara tidak bebas dan adil.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 27 Jul 2021 18:22 WIB
Junta Myanmar batalkan hasil pemilu yang dimenangkan partai Suu Kyi

Junta Myanmar pada Senin (26/7) membatalkan hasil Pemilu 2020 yang dimenangkan oleh partai Aung San Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Militer menyatakan bahwa pemilu tahun lalu diselenggarakan secara tidak bebas dan adil. Keputusan ini datang hampir enam bulan setelah menggulingkan pemerintahan sipil dalam kudeta pada 1 Februari.

Komisi pemilihan yang dibentuk oleh junta mengatakan bahwa, investigasi mereka mengungkapkan lebih dari 11 juta kasus kecurangan dalam pemilu dimana NLD mengalahkan oposisi yang bersekutu dengan militer.

"Mereka (NLD) berusaha merebut kekuasaan negara dari partai dan kandidat non-NLD dengan menyalahgunakan pembatasan Covid-19," kata ketua komisi Thein Soe.

Lebih lanjut, Thein Soe menegaskan bahwa Pemilu 2020 tidak bebas dan adil.

"itu sebabnya hasil pemilu dibatalkan," tuturnya.

Dia tidak mengatakan apakah pemilu baru di negara berpenduduk 54 juta itu akan diadakan oleh junta.

Junta sebelumnya mengatakan, mereka akan mengadakan pemilihan baru dalam waktu dua tahun, tetapi juga mengancam akan membubarkan NLD.

Sponsored

Aung Suu Kyi telah ditahan sejak kudeta dimulai. Selain itu, dia menghadapi serangkaian tuduhan, mulai dari melanggar pembatasan Covid-19 hingga mengimpor walkie talkie secara ilegal, yang dapat membuatnya dipenjara selama lebih dari satu dekade.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak perebutan kekuasaan militer, dengan lebih dari 900 tewas dalam tindakan keras terhadap protes antikudeta. 

Gelombang Covid-19 yang bangkit kembali telah memicu bencana mematikan di seluruh negeri. Pasalnya, banyak rumah sakit yang kekurangan staf karena aksi mogok para pejabat kesehatan antimiliter. 

Bank Dunia pada Senin memperkirakan ekonomi Myanmar akan menyusut sebesar 18% pada 2021 sebagai akibat dari kerusuhan besar-besaran setelah kudeta dan gelombang ketiga Covid-19 di negara itu.

NLD melihat peningkatan dukungan dalam Pemilu 2020 dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya pada 2015.

Dalam sebuah laporan tentang Pemilu 2020, kelompok pemantau, Asian Network for Free Elections mengatakan bahwa pemilihan itu pada umumnya, mewakili kehendak rakyat Myanmar.

Sumber : France24

Berita Lainnya