sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kapal tanker Yunani meledak di lepas pantai Saudi

Koalisi militer pimpin Saudi menuding kelompok pemberontak Yaman, Houthi, berada di balik insiden tersebut.

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Kamis, 26 Nov 2020 16:19 WIB
Kapal tanker Yunani meledak di lepas pantai Saudi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Sebuah ledakan mengguncang kapal tanker MT Agrari yang dioperasikan Yunani di Pelabuhan Shuqaiq, Laut Merah, Arab Saudi, pada Rabu (25/11) waktu setempat. Koalisi militer pimpinan Saudi menuduh kelompok pemberontak Yaman, Houthi, di balik insiden tersebut.

"Kapal diserang oleh sumber yang tidak diketahui," kata sebuah pernyataan dari operator Agrari, TMS Tankers Ltd. "Agrari tertabrak sekitar 1 meter di atas permukaan air dan mengalami kerusakan. Sudah dipastikan kru selamat dan tidak ada korban luka."

Kapal masih mengapung di lepas pantai dan telah dinaiki otoritas Saudi untuk diinvestigasi. Shuqaiq berjarak sekitar 160 kilometer (km) utara melalui laut dari perbatasan Yaman.

“Ledakan terjadi di batas pelabuhan dan mengenai lambung kapal,” kata Ambrey, sebuah perusahaan keamanan Inggris. Dikatakannya, Agrari memiliki kargo dari Rotterdam, Belanda, yang telah dibuang di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Shuqaiq.

Ledakan terjadi setelah rudal yang ditembakkan Houthi menghantam fasilitas minyak Aramco di Jeddah, Arab Saudi, Senin (23/11) pagi.

Sehari berselang, koalisi pimpinan Saudi melaporkan, telah memindahkan dan menghancurkan lima ranjau laut buatan Iran yang ditanam Houthi di Laut Merah selatan. Pun mengutuk percobaan serangan tersebut sebagai "ancaman serius bagi keamanan maritim di selat Bab al-Mandab." Selat itu terletak sekitar 585 km di selatan Shuqaiq.

Pejabat militer Houthi tidak merespons tudingan tersebut, tetapi disalahkan atas insiden pertambangan lainnya selama perang. Pangkalnya, sebuah panel PBB pada 2018 mendapati Houthi menggunakan ranjau darat buatan Iran, sebuah bahan peledak yang dapat hidup di air selama satu dekade.

“Ranjau laut berbiaya rendah, mudah digunakan, secara taktis sangat efektif, sulit dideteksi. Dan dengan demikian, merupakan ancaman kuat bagi kapal angkatan laut dan komersial,” tulis laporan tersebut. "Jumlah yang relatif kecil menghadirkan ancaman yang tidak sebanding dengan jumlah mereka."

Sponsored

Sementara itu, Iran berulang kali membantah mempersenjatai Houthi. Namun, para ahli mengatakan, senjata "Negeri Para Mullah" telah diselundupkan ke pemberontak, mulai dari senjata kecil hingga rudal.

Laut Merah merupakan jalur pelayaran penting untuk kargo dan pasokan energi global. Ini menjadikan penambangan apa pun di sana berbahaya bagi Arab Saudi dan dunia. Tambang bisa masuk ke air dan kemudian terbawa arus, yang diubah musim di Laut Merah.

Laut Merah telah ditambang sebelumnya. Pada 1984, sekitar 19 kapal melaporkan adanya ranjau darat di sana, dengan hanya satu yang pernah ditemukan dan dilucuti, kata panel PBB. (ABC)

Berita Lainnya