sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kasus Covid-19 melejit, Inggris berpotensi lockdown lagi

Wali Kota London Sadiq Khan menginginkan tindakan cepat untuk menghentikan penyebaran yang semakin memburuk di London. 

Angelin Putri Syah
Angelin Putri Syah Senin, 21 Sep 2020 10:27 WIB
Kasus Covid-19 melejit, Inggris berpotensi lockdown lagi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

Menteri kesehatan Matt Hancock pada Minggu (20/9) mengatakan, lockdown nasional kedua dapat diberlakukan jika warga tidak mengikuti aturan pemerintah yang dirancang untuk menghentikan penyebaran virus.

Kasus Covid-19 telah meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, dengan 3.899 dilaporkan pada Minggu (20/9), dan wali kota London menuntut tindakan cepat untuk mencegah penyebarannya di ibu kota.

"Bangsa ini menghadapi titik kritis dan kami punya pilihan," kata Hancock kepada Sky News.

“Pilihannya adalah semua orang mengikuti aturan atau kita harus mengambil lebih banyak tindakan.”
Hancock kemudian mengatakan kepada BBC bahwa lockdown kedua adalah opsi yang memungkinkan.

Perdana Menteri Boris Johnson menyebutnya gelombang kedua dan langkah-langkah penguncian yang lebih ketat telah diperkenalkan di berbagai wilayah di seluruh Inggris.

Johnson mengumumkan denda hingga 10.000 pound (Rp190 juta) pada Sabtu (19/9) untuk pelanggar aturan baru yang mengharuskan mereka untuk mengisolasi diri jika mereka telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi Covid-19.

Selain aturan yang lebih ketat tentang pertemuan sosial di negaranya, beberapa kota dan wilayah di Inggris telah memberlakukan 'penguncian lokal', bahkan membatasi lebih ketat kapan, di mana, dan berapa banyak orang yang dapat bertemu secara sosial.

Wali Kota London Sadiq Khan menginginkan tindakan cepat untuk menghentikan penyebaran yang semakin memburuk di London. 

Sponsored

"Wali kota menginginkan tindakan cepat karena kami tidak bisa mengambil risiko penundaan, seperti yang terjadi pada Maret," kata Juru bicara Khan. "Lebih baik bagi kesehatan dan bisnis untuk bergerak lebih cepat daripada terlambat.

Sumber : Reuters

Berita Lainnya