sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kepala Komisi Antikorupsi Malaysia mundur

Latheefa Koya mengaku tidak mendapat tekanan untuk mundur.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Jumat, 06 Mar 2020 17:00 WIB
Kepala Komisi Antikorupsi Malaysia mundur
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 28233
Dirawat 18129
Meninggal 1698
Sembuh 8406

Latheefa Koya menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Kepala Komisi Antikorupsi Malaysia pada Jumat (6/3). Keputusan tersebut diambilnya setelah Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), yang ditumbangkan dalam Pemilu 2018, kembali ke lingkar kekuasaan.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang mundur bulan lalu setelah koalisi Pakatan Harapan ambruk, menuduh UMNO berusaha kembali berkuasa sehingga para pejabatnya yang terkait skandal 1MDB dapat lolos dari jerat hukum. Namun, UMNO membantah tuduhan tersebut.

Latheefa mengaku tidak mendapat tekanan untuk mundur dan perdana menteri baru Muhyiddin Yassin, yang didukung UMNO, memahami keputusannya. Latheefa mengatakan ingin kembali menjadi aktivis HAM.

"Saya juga menjelaskan kepada PM tindakan dan upaya yang sedang berlangsung mengenai pemulangan yang 1MDB yang dicuri dari luar negeri," sebut Latheefa. "Dia sepenuhnya mendukung langkah-langkah tersebut."

Pada Januari, Latheefa menayangkan rekaman suara yang dia sebut sebagai bukti konspirasi kriminal tingkat tinggi untuk menutupi skandal 1MDB, di mana mantan PM Najib Razak tengah menjalani proses persidangan terkait kasus itu.

Najib sendiri membantah semua tuduhan terhadap dirinya. Dalam wawancara pada Rabu (4/3), Najib menyuarakan harapan bahwa jatuhnya pemerintahan Mahathir Mohamad dapat membuat suasana lebih kondusif bagi persidangan yang adil.

Langkah Latheefa menandai untuk kedua kalinya pejabat publik di Malaysia mundur dalam beberapa hari terakhir. Pekan lalu, Tommy Thomas, menyatakan mundur sebagai Jaksa Agung Malaysia.

Tommy, mantan politikus UMNO, adalah sosok yang memimpin dakwaan terhadap Najib Razak. 

Sponsored


Sumber : Reuters

Berita Lainnya