sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kericuhan di Chile berlanjut, kenaikan tarif metro ditunda

Protes atas kenaikan tarif metro diwarnai kerusuhan, memicu Presiden Chile Sebastian Pinera mengumumkan status darurat.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Minggu, 20 Okt 2019 08:00 WIB
Kericuhan di Chile berlanjut, kenaikan tarif metro ditunda

Presiden Chile Sebastian Pinera menangguhkan kenaikan tarif metro setelah protes yang diwarnai kericuhan berlangsung selama dua hari, membuat ibu kota mandek. Demonstrasi telah memicu penerapan status darurat pada Sabtu (19/10). 

Protes sendiri telah meluas untuk mencerminkan ketidakpuasan umum tentang tingginya biaya hidup di salah satu negara paling stabil di Amerika Latin itu.

Kerusuhan yang disebut terburuk dalam beberapa dasawarsa telah menyingkap perpecahan di Chile, salah satu negara terkaya di kawasan yang ketidaksetaraannya juga paling menonjol. Seruan reformasi ekonomi pun kian intensif.

Di beberapa bagian di Santiago, ratusan tentara dikerahkan di jalan-jalan untuk pertama kalinya sejak 1990, ketika Chile kembali ke demokrasi pascakediktatoran Augusto Pinochet.

Sehari setelah kekerasan terjadi, pengunjuk rasa membangun barikade dan membakar sejumlah bus, sementara polisi menggunakan gas air mata dan meriam air. Bentrokan pecah di pusat kota. Wali Kota Felipe Alessandri menggambarkan situasinya kacau.

Acara budaya dan olaharaga telah dibatalkan dan jaringan kereta bawah tanah ditutup hingga Senin (21/10), dengan 41 dari 136 stasiun metro dilaporkan dirusak.

"Lebih dari 300 orang ditangkap dan 156 polisi terluka, demikian juga dengan 11 warga sipil," ungkap pihak kepolisian.

Militer akan membantu polisi berpatroli di jalan-jalan selama status darurat yang berlaku 15 hari. Status darurat memungkinkan pihak berwenang membatasi kebebasan pergerakan dan hak untuk berkumpul.

Sponsored

Tidak hanya di ibu kota, protes juga terjadi di Concepcion, Rancagua, Punta Arenas, Valparaíso, Iquique, Antofagasta, Quillota dan Talca. Demikian dilaporkan surat kabar El Mercurio.

Sementara itu, sebuah foto yang menunjukkan Presiden Pinera di sebuah restoran kelas atas pada Jumat (18/10) malam ketika polisi dan demonstran bentrok di Santiago dikecam keras di media sosial.

Kriitikus menyebut gambar, yang dikabarkan diambil saat perayaan ulang tahun cucu sang presiden, merupakan simbol seorang pemimpin yang tidak tersentuh warga biasa.

Sumber : BBC