sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ledakan besar di hotel Kuba, sedikitnya 22 orang tewas

TV pemerintah Kuba mengatakan ada korban yang diperkirakan masih hidup yang terperangkap di ruang bawah tanah hotel yang hancur.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 07 Mei 2022 08:45 WIB
Ledakan besar di hotel Kuba, sedikitnya 22 orang tewas

Polisi dan petugas pemadam kebakaran sedang menyisir puing-puing untuk mencari korban selamat setelah ledakan Jumat malam menghancurkan sebuah hotel di Havana, Kuba. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 22 orang dan melukai sedikitnya 64 orang.

Kebocoran gas diduga menjadi penyebab ledakan di Hotel Saratoga. Kantor Kepresidenan Kuba mengatakan bahwa rincian lebih lanjut akan menyusul.

"Semuanya menunjukkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh kecelakaan," kata Kantor Kepresidenan Kuba dalam sebuah tweet. Menurut data awal, seorang anak dan seorang wanita hamil termasuk di antara mereka yang meninggal, katanya.
Kepresidenan juga mengatakan 64 orang telah dirawat di rumah sakit karena cedera, termasuk 14 anak di bawah umur.

TV pemerintah Kuba mengatakan ada korban yang diperkirakan masih hidup yang terperangkap di ruang bawah tanah hotel yang hancur.

Gambar-gambar dari tempat kejadian menunjukkan fasad yang meledak dari setidaknya tiga lantai bangunan berukir hijau-putih. Gumpalan debu dan asap terlihat membubung di sekitar puing-puing di tanah.

Tim CNN di lapangan melihat seorang wanita berlumuran darah dibawa pergi di lokasi ledakan. Petugas pemadam kebakaran menggunakan tangan kosong mereka untuk memindahkan bongkahan granit dan batu yang pecah untuk menarik orang keluar dari puing-puing. Potongan awning logam, balkon, dan bongkahan batu besar berserakan sekitar 100 meter dari hotel.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengunjungi lokasi ledakan pada hari Jumat dan rumah sakit Hermanos Ameijeras, tempat sejumlah korban dikirim, menurut gambar yang dibagikan oleh Kantor Kepresidenan di Twitter. Dia mengatakan ledakan itu bukan bom atau serangan, itu kecelakaan.

Rumah sakit terus merawat semua yang terluka dan kegiatan penyelamatan masih berlangsung, tambahnya.

Sponsored

Menteri luar negeri Meksiko mentweet solidaritasnya dengan para korban ledakan.

“Solidaritas kami kepada para korban dan mereka yang terkena dampak serta orang-orang dari bangsa yang bersaudara itu,” kata Marcelo Ebrard dalam sebuah tweet.

Hotel tersebut dibangun pada akhir abad ke-19 dan, pada tahun 1930-an, merupakan salah satu hotel terpenting di kota. Hotel memiliki 96 kamar sejak dibuka kembali pada tahun 2005 setelah perbaikan, menurut situs webnya.(CNN)

Berita Lainnya