sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menjelang pertemuan Menlu G20, China kecam AS dan NATO

Hubungan AS-China didominasi oleh perselisihan mengenai masalah perdagangan dan hak asasi manusia hingga klaim teritorial Taiwan dan Beijing

Hermansah
Hermansah Kamis, 07 Jul 2022 08:16 WIB
Menjelang pertemuan Menlu G20, China kecam AS dan NATO

China melancarkan serangan pedas terhadap AS dan NATO pada Rabu (6/7) waktu setempat, beberapa hari sebelum pertemuan antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian menggarisbawahi hubungan yang semakin retak, seiring dengan pendekatan China yang semakin konfrontatif terhadap hubungan luar negeri yang dengan keras menolak kritik.

Pada KTT NATO pekan lalu di Spanyol, Blinken menuduh China “berusaha merusak tatanan internasional yang berbasis aturan.”

Merespons hal itu, dalam komentarnya Rabu, Zhao mengatakan, apa yang disebut tatanan internasional berbasis aturan sebenarnya adalah aturan keluarga yang dibuat oleh segelintir negara untuk melayani kepentingan AS.

Di mana,  Washington menjalankan aturan internasional hanya jika dianggap cocok dengan negara itu, seraya menambahkan bahwa NATO harus meninggalkan kepercayaan butanya pada kekuatan militer.

Hubungan AS-China didominasi oleh perselisihan mengenai masalah perdagangan dan hak asasi manusia hingga klaim teritorial Taiwan dan Beijing di Laut China Selatan.

China juga telah menolak untuk mengutuk perang empat bulan antara Rusia melawan Ukraina, mengkritik sanksi yang dijatuhkan terhadap Moskow oleh anggota NATO dan menuduh Washington dan sekutunya memprovokasi konflik.

Rusia dan China telah memperkuat hubungan politik, ekonomi dan militer, sambil menyelaraskan kebijakan luar negeri mereka untuk menentang pengaruh demokrasi liberal. Beberapa minggu sebelum invasi Rusia pada Februari, pemimpin China Xi Jinping menjamu timpalannya dari Rusia Vladimir Putin untuk sebuah pertemuan di mana mereka menjanjikan kemitraan yang tanpa batas.

Sponsored

Pada pertemuan puncaknya beberapa waktu lalu, NATO untuk pertama kalinya memilih China sebagai salah satu prioritas strategisnya untuk dekade berikutnya.

“China secara substansial membangun kekuatan militernya, termasuk senjata nuklir, menggertak tetangganya, mengancam Taiwan, memantau dan mengendalikan warganya sendiri melalui teknologi canggih, dan menyebarkan kebohongan dan disinformasi Rusia,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg setelah mempresentasikan NATO’s 10-year Strategic Concept, beberapa waktu lalu.

Dalam komentarnya pada briefing harian Rabu, Zhao mengatakan AS telah bekerja sama dengan NATO untuk meningkatkan persaingan dengan China dan memicu konfrontasi kelompok.

“Sejarah NATO adalah tentang menciptakan konflik dan mengobarkan perang. Secara sewenang-wenang meluncurkan perang dan membunuh warga sipil tak berdosa, bahkan sampai hari ini,” kata Zhao. “Fakta telah membuktikan bahwa bukan China yang menimbulkan tantangan sistemik bagi NATO, dan sebaliknya NATO yang membawa tantangan sistemik yang menjulang bagi perdamaian dan keamanan dunia,” papar dia lagi.

Blinken diperkirakan bertemu dengan Wang pada Sabtu di pertemuan para menteri luar negeri dari Kelompok 20 negara kaya dan berkembang terkemuka di Pulau Bali, Indonesia.

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya
×
tekid