logo alinea.id logo alinea.id

Menlu Hunt: Trump tidak menghargai PM May dan Inggris

Relasi AS dan Inggris tegang pascabocornya kawat diplomatik yang menguak penilaian negatif diplomat Inggris terhadap Trump.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 10 Jul 2019 13:41 WIB
Menlu Hunt: Trump tidak menghargai PM May dan Inggris

Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt menyatakan, Donald Trump tidak menghargai Perdana Menteri Theresa May dan negaranya. Komentar Hunt muncul setelah Trump menyebut Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat Sir Kim Darroch sebagai pria bodoh terkait skandal kebocoran kawat diplomatik. 

"Kami tidak suka Dubes Inggris yang aneh itu, pria yang sangat bodoh. Dia harusnya membahas dengan negaranya dan PM May tentang kegagalan negosiasi Brexit dan jangan kecewa atas kritik saya tentang betapa buruknya penanganan persoalan itu," tulis Trump di Twitter.

Trump menambahkan, meski tidak mengenal Darroch secara pribadi, dia mengaku telah diberitahu bahwa Dubes Inggris itu adalah orang yang sombong.

"Katakan kepadanya bahwa AS sekarang memiliki ekonomi dan militer terbaik di mana pun di dunia ... Dan itu hanya akan menjadi lebih besar, lebih baik dan lebih kuat," tulis Trump dalam twit lainnya.

Kawat diplomatik yang bocor pada Minggu (7/7) mengungkapkan penilaian negatif Dubes Darroch terhadap pemerintahan Trump.

Trump sendiri sebelumnya telah membalas dengan menargetkan May, mengkritik kebijakannya terkait Brexit.

Hunt menanggapi pernyataan teranyar Trump lewat serangkaian twit pada Selasa (9/7).

Sponsored

"Biasanya teman berbicara secara terus terang, jadi saya pun akan melakukannya, komentar itu tidak menghargai dan tidak sopan terhadap PM dan negara saya," twit Hunt.

Hunt, yang menjadi salah satu kandidat pengganti PM May, menyatakan jika terpilih, dia akan mempertahankan Dubes Darroch di Washington.

Dalam debat yang disiarkan di stasiun televisi, Boris Johnson, saingan Hunt, mengelak menjawab saat ditanya apakah dia juga akan mempertahankan Darroch.

Johnson mengaku dia memiliki hubungan yang baik dengan Gedung Putih dan menekankan pentingnya membangun kemitraan yang dekat dengan Amerika Serikat.

Banyak yang menilai perselisihan itu sebagai pengingat akan hubungan AS-Inggris yang sifatnya rumit dan sensitif.

Pada Senin (8/7), Trump menyatakan AS tidak akan berurusan lagi dengan Darroch. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS menegaskan pemerintah akan terus berurusan dengan individu-individu terakreditasi sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Gedung Putih atau presiden.

"AS dan Inggris memiliki hubungan yang telah berlangsung cukup lama, sangat istimewa, serta strategis," tutur pernyataan Kemlu AS.

Downing Street telah menegaskan dukungan penuh untuk Dubes Darroch.

Seorang juru bicara PM May mengatakan bahwa Dubes Darroch adalah pejabat pemerintah yang patuh dan dihormati. Dia menegaskan, May tidak memiliki rencana berdiskusi dengan Trump untuk membahas hubungan kedua negara pascakebocoran tersebut.

Downing Street juga menyatakan bahwa Darroch tidak akan menghadiri pertemuan antara Ivanka Trump dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liam Fox di Washington.

"Dubes Darroch tidak menghadiri pertemuan itu tetapi dia mendukung Fox dengan cara lain," jelas juru bicara itu.

Downing Street menyebut kebocoran kawat diplomatik, yang dilaporkan di surat kabar Mail on Sunday, sebagai hal yang sangat disayangkan. Pemerintah Inggris telah memulai penyelidikan formal terkait insiden tersebut. Lebih lanjut lagi, kantor PM May menyebut hubungan AS-Inggris masih spesial dan kuat.

Sumber : BBC