sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Meski mengecam perang nuklir, Putin menguji coba rudal hulu ledak Satan II

Satan II dilaporkan mampu mencapai Inggris dalam tiga menit.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Sabtu, 19 Nov 2022 13:55 WIB
Meski mengecam perang nuklir,  Putin menguji coba rudal hulu ledak Satan II

Rusia telah menguji coba rudal balistik nuklir antarbenua hanya beberapa hari setelah Kremlin bersikeras bahwa penggunaan senjata semacam itu di Ukraina tidak mungkin dilakukan.

Kolonel Jenderal Sergey Karakaev, komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia, mengatakan pada konferensi militer kemarin bahwa Rusia baru-baru ini berhasil menguji rudal Sarmat, juga dikenal sebagai Satan II.

Vladimir Putin menyimak melalui tautan video untuk menyaksikan Satan II terbang untuk pertama kalinya selama uji coba di Rusia utara pada bulan April dan mengatakan rudal balistik baru akan membuat musuh Rusia “berpikir dua kali” sebelum mengancamnya.

Setiap Satan II mampu membawa setidaknya 10 hulu ledak serta umpan dan dapat menyerang target ribuan kilometer jauhnya di Eropa dan Amerika Serikat.

Sumber-sumber pertahanan Rusia memuji kemampuan rudal untuk menghindari intersepsi.

Kolonel Jenderal Karakaev juga mengatakan kemarin bahwa pasukan rudal Rusia siap menerima batch kedua dari rudal luncur hipersonik Avangard.

Hanya ada satu unit militer yang dilengkapi senjata hipersonik, yang mampu membawa hulu ledak nuklir dengan kecepatan suara 20 kali lipat.

Laporan uji coba rudal baru datang hanya beberapa hari setelah juru bicara Kremlin menolak anggapan bahwa Rusia mengancam akan menggunakan senjata nuklir di Ukraina.

Sponsored

“Pertanyaan itu, apalagi spekulasi, tidak dapat diterima,” kata Dmitry Peskov. “Ibukota Eropa yang membicarakan hal ini, memicu ketegangan di area yang berpotensi berbahaya ini.”

Pada bulan Juli, ketika isu nuklir Kremlin mencapai puncaknya, Putin memperingatkan bahwa Rusia akan mengerahkan Satan II yang berkemampuan nuklir pada akhir tahun. Namun, sejak itu dia tidak membuat klaim serupa.

Media barat menganggap bahwa corong TV Rusia telah lama menggunakan Satan II sebagai alat propaganda untuk mengancam Barat.

Dmitry Kiselyov, dalam acara mingguannya awal tahun ini, mengatakan Inggris “sangat kecil sehingga satu rudal Sarmat akan cukup untuk menenggelamkannya untuk selamanya”.

Satan II dilaporkan mampu mencapai Inggris dalam tiga menit.

Awal pekan ini, KTT G20 menyoroti isolasi internasional Moskow yang semakin meningkat, dengan deklarasi bersama mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina.

Sementara, China minggu ini mengatakan pihaknya menyambut baik deklarasi Rusia untuk tidak menggunakan senjata nuklir di Ukraina. Setelah pertemuan dengan Rusia pada KTT di Bali, Wang Yi, menteri luar negeri China, mengatakan Moskow telah menegaskan posisinya bahwa perang nuklir “tidak mungkin dan tidak dapat diterima”.(independent)

Berita Lainnya
×
tekid