sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PBB didesak berhentikan Priyanka Chopra sebagai Dubes UNICEF

Priyanka Chopra ditunjuk sebagai Dubes UNICEF pada 2010 dan 2016.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 23 Agst 2019 17:38 WIB
PBB didesak berhentikan Priyanka Chopra sebagai Dubes UNICEF

Pakistan telah mengajukan keluhan resmi kepada PBB, menuntut agar gelar Duta Besar UNICEF dicabut dari aktris asal India, Priyanka Chopra.

Keluhan itu diajukan karena Priyanka dianggap mendukung terjadinya perang di tengah meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan.

Dalam surat kepada Kepala UNICEF Henrietta Fore, Menteri Hak Asasi Manusia Pakistan Shireen Mazari menuduh aktris berusia 37 tahun itu secara terbuka mendukung posisi pemerintah India terkait isu Kashmir.

Pada awal Agustus, pemerintah India mencabut status khusus Negara Bagian Jammu dan Kashmir, memberlakukan pemblokiran layanan komunikasi dan menerapkan jam malam.

"Jingoisme dan dukungannya atas pelanggaran oleh pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi atas konvensi internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Kashmir, serta dukungan untuk perang, merusak kredibilitas gelarnya sebagai Duta Besar UNICEF," kata Mazari dalam suratnya pada Rabu (21/8).

Mazari mengatakan, jika Chopra tidak diturunkan dari gelar itu, gagasan tentang Dubes UNICEF hanya akan menjadi bahan cemoohan dunia.

Pada Kamis (22/8), juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan bahwa para Dubes UNICEF hanya diharuskan untuk bersikap tidak memihak ketika mereka berbicara atas nama UNICEF.

Sponsored

"Ketika mereka berbicara dalam kapasitas pribadi, mereka mempertahankan hak untuk berbicara tentang kepentingan atau kepedulian mereka sebagai individu," kata Dujarric. "Pandangan pribadi mereka tidak mencerminkan pandangan PBB atau UNICEF."

Chopra, yang ditunjuk sebagai Dubes UNICEF pada 2010 dan 2016, baru-baru ini menuai kecaman atas twitnya pada Februari. Saat itu, ketegangan antara India dan Pakistan sedang memanas di Kashmir.

Saat Chopra menghadiri sebuah acara peluncuran kosmetik di Los Angeles, Amerika Serikat, pada awal Agustus, seorang perempuan bernama Ayesha Malik menyebutnya munafik karena mendorong terjadinya perang nuklir antara India dan Pakistan.

"Sedikit sulit mendengar Anda berbicara mengenai kemanusiaan, karena sebagai tetangga Anda, seorang warga Pakistan, saya menganggap Anda munafik," kata Malik.

Malik merujuk pada twit Chopra pada 26 Februari yang berbunyi, "Jai Hind #IndianArmedForces". Frasa 'Jai Hind' sendiri dapat diterjemahkan menjadi, "Kemenangan untuk India".

Chopra mentwit itu segera setelah jet tempur India menyeberang ke wilayah Pakistan, melakukan serangan udara yang mengakibatkan meningkatnya permusuhan antara kedua negara. Peristiwa itu terjadi setelah serangan bom bunuh diri di bagian Kashmir yang dikelola India. Pemerintahan Modi menyalahkan Pakistan atas kejadian tersebut.

Menanggapi kritik Malik, Chopra mengatakan dia tidak menyukai perang tapi menyebut dirinya patriorik. Chopra, yang mengundang PM Modi ke pernikahannya, telah dikritik karena dianggap memiliki semangat patriotik yang membabi buta dan kurang bersimpati terhadap warga Kashmir yang menderita.

Dua dari tiga perang antara India dan Pakistan terjadi karena persoalan sengketa wilayah di Kashmir. Pemberontakan di bagian Kashmir yang dikelola India selama 30 tahun terakhir telah menewaskan puluhan ribu orang.

Sumber : Al Jazeera

Berita Lainnya