sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penembakan di Jerman terindikasi bermotif sayap kanan

Pelaku ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di apartemennya.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 20 Feb 2020 18:18 WIB
Penembakan di Jerman terindikasi bermotif sayap kanan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

Tersangka pelaku penembakan di Kota Hanau, Jerman, diduga memiliki motif sayap kanan. Menurut pejabat keamanan pada Kamis (20/2), pelaku, seorang pria Jerman berusia 43 tahun, menewaskan sedikitnya sembilan orang di dua bar shisha pada Rabu (19/2) sebelum kembali ke kediamannya dan bunuh diri.

Polisi menemukan dia dan ibunya yang berusia 72 tahun dalam kondisi tidak bernyawa di apartemennya.

"Jaksa Federal telah mengambil alih penyelidikan dan ada indikasi latar belakang ekstremis sayap kanan," ujar seorang juru bicara Kantor Kejaksaan Federal di Karlsruhe.

Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse Peter Beuth menyatakan bahwa serangan penembakan itu diperlakukan sebagai kasus terorisme. Dia menerangkan bahwa pelaku memiliki senjata secara legal dan merupakan mantan atlet tembak. 

Sebelumnya, media Jerman Bild melaporkan bahwa pria itu meninggalkan sepucuk surat dan video berdurasi satu jam, di mana dia memberi pernyataan negatif tentang migran dari Timur Tengah dan Turki.

Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Turki mengatakan bahwa beberapa dari mereka yang tewas berasal dari Turki.

"Kami berharap pihak berwenang menunjukkan upaya maksimal untuk membuat kasus ini terang benderang. Rasialisme adalah kanker bersama," twit Kalin.

Serangan serupa

Sponsored

Jerman dilaporkan telah mengalami sejumlah serangan bermotif sayap kanan belakangan ini. 

Pada Oktober, serangan bersenjata anti-Yahudi terjadi di Kota Halle pada perayaan Yom Kippur, menggarisbawahi meningkatnya ancaman kekerasan neo-Nazi.  Serangan, di mana dua orang ditembak mati itu, disiarkan langsung oleh pelaku.

Juni lalu, politikus konservatif Walter Luebcke, seorang pendukung kebijakan ramah pengungsi, ditembak mati di rumahnya.

Lalu pada Jumat (14/2), polisi menangkap 12 anggota kelompok ekstrem kanan Jerman yang diyakini merencanakan serangan besar-besaran terhadap sejumlah masjid, mirip dengan yang terjadi di Selandia Baru tahun lalu. Setelah kabar ini dipublikasikan, Turkish-Islamic Union for Religious Affairs yang mendanai sekitar 900 masjid di Jerman, menyerukan perlindungan yang lebih besar bagi umat Islam di negara itu. (Al Jazeera)

Berita Lainnya