sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pernyataan PM Malaysia soal Kashmir bikin India berang?

Di Sidang Umum PBB, PM Mahathir mengatakan bahwa India telah menyerbu dan menduduki Kashmir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 14 Okt 2019 13:20 WIB
Pernyataan PM Malaysia soal Kashmir bikin India berang?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menuturkan, pemerintahannya akan memantau situasi perdagangan dengan India. 

Pernyataan Mahathir tersebut muncul setelah India dilaporkan mempertimbangkan pembatasan perdagangan terhadap Malaysia atas kritik Negeri Jiran terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi di Kashmir.

Sejumlah sumber di pemerintahan dan industri mengatakan kepada Reuters bahwa pekan lalu New Delhi tengah mencari cara untuk membatasi impor minyak sawit dan barang-barang lainnya dari Malaysia. Itu merupakan balasan atau pidato PM Mahathir di Sidang Umum PBB pada September, di mana dia mengatakan India telah menyerbu dan menduduki Jammu dan Kashmir.

Sejauh ini, pihak Malaysia mengatakan belum menerima apa pun secara resmi dari India.

Kantor berita Bernama pada Minggu melaporkan bahwa pemerintahan Mahathir akan mempelajari dampak dari tindakan yang akan diambil India.

"Mereka (India) juga mengekspor barang ke Malaysia. Ini bukan hanya perdagangan satu arah, ini adalah perdagangan dua arah," kata Mahathir seperti dikutip dalam laporan Bernama.

India adalah importir minyak nabati terbesar di dunia, dan pembeli terbesar minyak sawit Malaysia. Menurut Data Dewan Minyak Sawit Malaysi, Negeri Hindustan membeli 3,9 juta ton minyak sawit Malaysia dalam sembilan bulan pertama pada 2019.

Impor utama Malaysia dari India termasuk produk minyak bumi, hewan hidup dan daging, logam, baham dan produk kimia.

Sponsored


Sumber : Reuters

Berita Lainnya

Apple Pencil generasi ke-3 akan hadir April

Jumat, 16 Apr 2021 09:47 WIB

Pakar dukung penegakan aturan larangan mudik

Jumat, 16 Apr 2021 08:15 WIB

Ngotot mudik, kasus Covid-19 akan meroket

Kamis, 15 Apr 2021 19:09 WIB