logo alinea.id logo alinea.id

Qatar tidak akan menormalisasi hubungan dengan Suriah

Qatar menegaskan tidak akan mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk membuka kembali kedubesnya di Damaskus, Suriah.

Khairisa Ferida Senin, 14 Jan 2019 18:19 WIB
Qatar tidak akan menormalisasi hubungan dengan Suriah

Menteri luar negeri Qatar mengatakan, dia tidak melihat kebutuhan untuk membuka kembali kedutaan besar di Damaskus atau tanda-tanda untuk mendorong normalisasi hubungan dengan Suriah.

Berbicara pada Senin (14/1), Menteri Luar Negeri Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga mengatakan, Qatar masih keberatan dengan keanggotaan Liga Arab untuk Suriah. 

Keanggotaan Suriah di Liga Arab ditangguhkan pada 2011, sebagai respons atas tindakan keras rezim Bashar al-Assad terhadap demonstran anti-pemerintah. 

"Sejak awal, Qatar memiliki alasan yang mendukung penangguhan keanggotaan dan alasan itu masih ada," tutur Al Thani.

Sejumlah negara Arab, termasuk beberapa yang pernah mendukung pemberontak melawan Assad, berusaha untuk berdamai dengan rezim setelah melihat kemenangan pasukan pemerintah Suriah dan sekutu dalam perang yang berlangsung sejak 2011.

Pada Desember 2018, Uni Emirat Arab mengumumkan pembukaan kembali kedutaan besarnya di Damaskus. UEA menjelaskan bahwa dibukanya kembali misi diplomatik mereka dimaksudkan untuk menormalkan hubungan dengan Suriah dan mengurangi risiko campur tangan regional dalam urusan kedua negara.

Baik Iran dan Turki, rival regional terbesar UEA, memiliki pasukan di Suriah. Mereka mendukung pihak yang berlawanan dalam perang Suriah.

Sejumlah sekutu regional Abu Dhabi diperkirakan juga akan mengikuti jejaknya, memulihkan hubungan diplomatik dengan Suriah. Mesir yang memilih mempertahankan hubungan dengan Damaskus di tengah perang, memimpin seruan agar penangguhan keanggotaan Suriah di Liga Arab dicabut.

Sponsored


Sumber : Al Jazeera