sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ribuan warga Kolombia demo mengecam aksi pengeboman

Tragedi pengeboman diduga dilakukan oleh kelompok teroris ELN, yang telah memberontak selama lebih dari lima dekade.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 21 Jan 2019 15:39 WIB
Ribuan warga Kolombia demo mengecam aksi pengeboman
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Ribuan warga Kolombia turun ke jalan dan berunjuk rasa pada Minggu (20/1) untuk mengecam pengeboman mobil yang menewaskan 20 kadet akademi polisi pada Kamis (17/1).

Aksi protes itu diadakan di sejumlah kota di Kolombia. Demonstran kompak mengenakan baju putih dan mengibarkan bendera negara sambil meneriakkan slogan-slogan seperti "pembunuh pengecut" dan "hidup itu suci".

"Kami berdemonstrasi untuk menolak semua bentuk kekerasan, terhadap polisi maupun terhadap pemimpin sosial," ujar seorang mahasiswa bernama Yeison Torres.

Sejumlah pejabat dan masyarakat menduga serangan itu diprakarsai oleh pemberontak Tentara Pembebasan Nasional (ELN) yang menolak perundingan damai.

"Sekelompok orang yang terlibat dalam perdagangan narkoba, penculikan, dan peledakan pipa minyak tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka menginginkan perdamaian. Ditambah lagi, mereka meledakkan 20 anak muda," ucap seorang demonstran, Amanda Ramirez.

Di Bogota, aksi unjuk rasa diakhiri dengan upacara keagamaan untuk mengenang para korban yang rata-rata berusia antara 17 dan 22.

Tidak hanya masyarakat setempat, pejabat pemerintahan dan sejumlah pemimpin oposisi bergabung dalam pawai dan bersama-sama berjalan melintasi ibu kota Kolombia.

"Saya benar-benar hancur. Namun, saya juga ingin keluar dan menghormati para pahlawan ini ... menolak kekerasan, menolak terorisme, dan berkumpul bersama sebagai sebuah negara," tutur Presiden Ivan Duque.

Sponsored

Duque menyatakan bahwa dia memutuskan untuk membatalkan perundingan damai dengan ELN yang digagas oleh pendahulunya, Juan Manuel Santos, pada 2017.

Perundingan damai itu ditujukan untuk mengakhiri pemberontakan ELN yang telah berjalan selama lebih dari lima dekade.

Sang presiden juga meminta dukungan semua warga Kolombia untuk mengatasi ancaman ini.

"Hari ini, Kolombia memberi tahu Anda, ELN, 'cukup dan tidak ada lagi terorisme'. Kolombia telah bersama-sama mengalahkan kejahatan ini," tambah Duque. (Channel News Asia)

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya