close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Mantan ibu negara AS, Rosaylnn Carter meninggal di usia 96 tahun. Foto: Washingtonpost
icon caption
Mantan ibu negara AS, Rosaylnn Carter meninggal di usia 96 tahun. Foto: Washingtonpost
Dunia
Senin, 20 November 2023 07:18

Siapa Rosalynn Carter, mantan ibu negara AS yang meninggal di usia 96 tahun

Sebelum Jimmy Carter terpilih sebagai presiden pada tahun 1976, Roslynn tidak dikenal di luar Georgia.
swipe

Rosalynn Carter, mantan ibu negara Amerika Serikat dan penasihat terdekat Jimmy Carter selama satu masa jabatannya sebagai presiden, meninggal dunia pada usia 96 tahun. Semasa hidup Rosalynn dikenal sosok yang perhatian dengan masalah kesehatan mental.

Carter Center pada hari Minggu mengatakan dia “meninggal dengan damai, dengan keluarga di sisinya” di rumahnya di pedesaan Georgia di Plains setelah menderita demensia dan menderita penurunan kesehatan selama berbulan-bulan.

Setelah masa jabatan suaminya berakhir pada tahun 1981, Rosalynn  menikmati tahun-tahun pasca-Gedung Putih lebih banyak dibandingkan presiden mana pun sebelumnya. Ia memainkan peran penting selama tahun-tahun itu, termasuk sebagai bagian dari organisasi nirlaba Carter Center dan badan amal Habitat for Humanity.

Dia dipandang sebagai orang yang sederhana dan pendiam sebelum datang ke Washington pada tahun 1977 namun berkembang menjadi pembicara, juru kampanye, dan aktivis yang fasih.

Kecintaannya yang mendalam, yang jauh melampaui masa jabatannya di Gedung Putih, adalah untuk mereka yang hidup dengan penyakit mental, bukan karena hubungan pribadi tetapi karena perasaan yang kuat bahwa advokasi diperlukan.

Ketertarikannya pada masalah kesehatan mental dimulai pada awal tahun 1970-an ketika dia mulai menyadari betapa dalamnya masalah kesehatan mental di Georgia dan keengganan masyarakat untuk membicarakannya.

Sebagai ibu negara Georgia, dia adalah anggota komisi gubernur untuk meningkatkan layanan bagi orang yang sakit jiwa.

Sebelum Jimmy Carter terpilih sebagai presiden pada tahun 1976, Roslynn tidak dikenal di luar Georgia, di mana suaminya pernah menjadi petani kacang tanah yang kemudian menjadi gubernur.

Sebagai seorang Demokrat, ia menjalani satu masa jabatan selama empat tahun, kalah dalam upaya pemilihannya kembali pada tahun 1980 dari Ronald Reagan, mantan gubernur California dari Partai Republik dan aktor Hollywood.

Di Washington, DC, keluarga Carter adalah sebuah tim, dan presiden menyebutnya sebagai “perpanjangan tangan saya” dan “penasihat terdekat saya”. Ia sering diundang untuk duduk sebagai pengamat pada rapat Kabinet dan diskusi strategi politik.

Dalam wawancara tahun 1978 dengan editor majalah, Carter mengatakan dia berbagi hampir segalanya dengan istrinya kecuali materi rahasia. “Saya pikir dia memahami kesadaran masyarakat Amerika dan sikap mereka mungkin lebih baik daripada saya,” katanya.

Ibu negara juga dikirim untuk misi resmi penting ke Amerika Latin dan merupakan bagian dari kampanye ratifikasi Amandemen Persamaan Hak pada Konstitusi AS yang gagal untuk memastikan perlakuan setara terhadap perempuan di bawah hukum.

Krisis penyanderaan di Iran – yang mana diplomat Amerika dan lainnya ditawan di Teheran setelah revolusi Islam – terjadi ketika Carter mencalonkan diri untuk dipilih kembali. Krisis ini berkontribusi pada jatuhnya jabatan kepresidenannya karena ia menahan diri untuk tidak berkampanye sambil mencoba menyelesaikan kebuntuan tersebut.

Selama itu, Rosalynn Carter berupaya mendukung suaminya dengan berbicara di 112 kota di 34 negara bagian selama tur 44 hari.

Pidato dan keterlibatannya di hadapan massa dianggap membantu Carter mengalahkan penantangnya dari Partai Demokrat Ted Kennedy pada pemilihan pendahuluan tahun 1980, meskipun ia kemudian kalah telak dari Reagan dalam pemilihan umum.

Kepergian Rosalynn merupakan kehilangan besar bagi Jimmy Carter. Presiden ke-39 AS itu padahal baru saja merayakan ulang tahunnya ke 99, dengan sang istri tercinta, pada 1 Oktober lalu. Sepekan sebelum ulangtahunnya, Carter bersama Rosayln sempat menghadiri Festival Kacang Tanah Dataran di Georgia, bahkan mereka ikut serta dalam parade.

Pasangan itu benar-benar menjadi gambaran suami-istri yang tetap menghidupkan kebersamaan mereka dengan cinta yang terpelihara, meski di usia senja.

"Sebagaimana yang kita tahu sudah mendekati akhir, tetapi mereka berdua baik-baik saja seperti yang diharapkan. Mereka bersama. Mereka di rumah. Mereka sedang jatuh cinta, dan menurutku tidak ada orang yang mendapatkan lebih dari itu. Maksudku, ini adalah situasi yang sempurna untuk saat ini dalam hidup mereka," kata Jason Carter yang merupakan cucu Rosaylnn dan Jimmy Carter.

Jimmy dan Rosalynn Carter adalah pasangan presiden yang paling lama menikah, melampaui pernikahan 73 tahun mantan presiden George H.W. Bush dan istrinya, Barbara. Rosaylnn dan Carter itu menikah pada tahun 1946 ketika Jimmy berusia 21 tahun dan Carter berusia 18 tahun.

“Rosalynn adalah mitra setara saya dalam segala hal yang pernah saya capai,” kenang Carter dalam sebuah pernyataan.

“Dia memberi saya bimbingan dan dorongan yang bijaksana ketika saya membutuhkannya. Selama Rosalynn ada di dunia ini, saya selalu tahu seseorang mencintai dan mendukung saya,” imbuhnya.(news agencies, washingtonpost)

img
Fitra Iskandar
Reporter
img
Fitra Iskandar
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan