close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi harimau malaya / Pixabay
icon caption
Ilustrasi harimau malaya / Pixabay
Dunia
Senin, 06 April 2020 11:26

Seekor harimau di New York positif Covid-19

Pihak kebun binatang menyatakan harimau Malaya berusia empat tahun tersebut dinyatakan positif setelah mengalami batuk kering.
swipe

Nadia, seekor harimau di Kebun Binatang Bronx di New York, Amerika Serikat, menjadi yang pertama dari spesiesnya yang dinyatakan positif coronavirus jenis baru.

Dalam pernyataan pada Minggu (5/4), pihak kebun binatang menyatakan harimau Malaya berusia empat tahun tersebut dinyatakan positif setelah mengalami batuk kering. Sampel yang diambil dari Nadia diuji setelah harimau tersebut, beserta tiga harimau dan tiga singa Afrika lainnya di kebun binatang, mulai menunjukkan gejala penyakit pernapasan.

Kebun binatang meyakini bahwa hewan-hewan terinfeksi oleh seorang pekerja yang terjangkit Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala.

"Meskipun mereka mengalami penurunan nafsu makan, secara keseluruhan, singa dan harimau di Kebun Binatang Bronx baik-baik saja. Mereka berada di bawah perawatan cermat para pemelihara," jelas pernyataan kebun binatang.

Mereka belum mengetahui bagaimana virus akan berdampak pada kesehatan harimau karena setiap spesies memiliki reaksi yang berbeda terhadap infeksi baru.

"Kami akan terus memantau mereka dengan saksama dan mengharapkan adanya pemulihan," lanjut Kebun Binatang Bronx.

Kebun Binatang Bronx sendiri telah ditutup untuk umum sejak 16 Maret.

"Ini adalah masa yang sangat sulit bagi kita semua. Kebun Binatang Bronx akan memastikan bahwa informasi yang dapat kami pelajari dari keadaan ini akan digunakan untuk memahami dan memerangi penyakit tersebut," kata Direktur Kebun Binatang Bronx Jim Breheny dalam pernyataan terpisah.

Kementerian Pertanian AS (USDA) menuturkan, siapa pun yang positif Covid-19 disarankan untuk meminimalkan kontak dengan hewan, termasuk hewan peliharaan, sampai lebih banyak informasi diketahui terkait virus tersebut.

Temuan infeksi terhadap Nadia menimbulkan pertanyaan tentang penularan Covid-19 pada hewan. USDA mengatakan bahwa selain Nadia, sejauh ini belum ada laporan tentang infeksi pada hewan peliharaan atau hewan ternak.

"Hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan bahwa hewan dapat menularkan virus pada manusia atau menjadi sumber infeksi di AS," tutur dokter hewan dari USDA, Jane Rooney.

USDA pada Minggu menegaskan bahwa mereka tidak merekomendasikan uji Covid-19 rutin terhadap hewan, baik di kebun binatang maupun di tempat lain. (CNN dan The Guardian)

img
Valerie Dante
Reporter
img
Khairisa Ferida
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan