logo alinea.id logo alinea.id

Taiwan tunjuk PM baru pasca-pemilu

Sosok yang dipilih Presiden Tsai Ing-wen untuk jadi PM baru Taiwan adalah Su Tseng-chang.

Valerie Dante Jumat, 11 Jan 2019 14:36 WIB
Taiwan tunjuk PM baru pasca-pemilu

Taiwan pada Jumat (11/1) menunjuk mantan ketua Partai Progresif Demokratik (DPP) sebagai perdana menteri, setelah petahana mengundurkan diri bersama dengan seluruh kabinet sebagai respons atas kekalahannya dalam pemilu lokal.

Kekalahan DPP dalam pemilu lokal pada November lalu menghadirkan tantangan besar bagi Presiden Tsai Ing-wen, yang menghadapi kecaman yang meningkat di dalam negeri atas agenda reformasinya. Pada saat yang sama, pemerintahan Tsai menghadapi ancaman baru dari China yang menegaskan tidak segan menggunakan kekuatan bersenjata untuk mewujudkan reunifikasi.

Tsai menunjuk Su Tseng-chang, mantan ketua DPP selama dua periode, seraya mengatakan bahwa Taiwan menghadapi tantangan di tengah meningkatnya ancaman China dan ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Demokrasi dan pembangunan Taiwan harus menghadapi tantangan tertentu," ungkap Tsai, sambil menambahkan bahwa China ingin memaksakan struktur 'satu negara, dua sistem' di Taiwan.

Su bersumpah akan memimpin pemerintahan di tengah tantangan dan belajar dari kesalahan sebelumnya.

"Situasinya sulit dan tugasnya berat," tutur Su.

Penunjukan Su mengikuti pengunduran diri William Lai, yang tercatat sejarah sebagi PM kedua yang berhenti sejak Tsai menjabat pada 2016. Langkah mundur adalah praktik lazim ketika partai mereka kalah dalam pemilu.

"Saya harus mengundurkan diri untuk bertanggung jawab atas kekalahan dalam pemilu," ujar Lai dalam rapat kabinet pada Jumat.

Sponsored

Tugas PM Taiwan adalah membentuk kabinet dan menjalankan roda pemerintahan sehari-hari. Jajaran menteri akan segera diumumkan.

Ini hanya satu tahun jelang pemilu presiden berikutnya. Para analis menilai bahwa Tsai dan PM baru harus mendapat dukungan publik atas kebijakan mereka terhadap China dan lebih lanjut meningkatkan perekonomian negara itu yang bergantung pada ekspor di tahun yang penuh tantangan di tengah perang dagang China-AS.

Pada 2006, Su diangkat sebagai PM oleh mantan presiden Chen Shui-bian. Dia juga pernah memimpin New Taipei City selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dikalahkan oleh seorang kandidat dari Kuomintang yang pro-China. Oleh para pendukungnya, Su dijuluki 'bola lampu' karena kepalanya yang botak.

Tsai mengungkapkan bahwa pemerintahannya akan merefleksikan kekalahan dalam pemilu, namun akan berjuang untuk mempertahankan demokrasi Taiwan dalam menghadapi ancaman baru China.

Presiden Cina Xi Jinping, yang telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Tsai menjadi presiden, bulan ini mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk membawa Taiawan berada di bawah pemerintahan Beijing dan mendesak reunifikasi.

"Perdana menteri baru tidak hanya harus fokus pada isu-isu domestik tetapi juga harus lebih memperhatikan masalah lintas-selat dan keamanan nasional," terang Yao Chia-wen, penasihat senior presiden.

Dia mengatakan perdana menteri baru harus menangani masalah-masalah seperti pencegahan flu babi dari China dan kemungkinan intervensi dalam pemiliu.

Beberapa orang dari kalangan internal DPP mendesak Tsai untuk tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilu 2020. Dia sendiri belum secara eksplisit mengumumkan sikapnya, namun Tsai telah memperingatkan agar China tidak ikut campur dalam pesta demokrasi Taiwan.

Sumber : Reuters