sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Terseret skandal, Pangeran Andrew mundur dari tugas kerajaan

Pangeran Andrew berada di urutan kedelapan suksesor takhta Inggris.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 21 Nov 2019 13:50 WIB
Terseret skandal, Pangeran Andrew mundur dari tugas kerajaan

Pangeran Andrew (59) dari Inggris pada Rabu (20/11) menyatakan mengundurkan diri dari tugas-tugas publik setelah kontroversi seputar hubungannya dengan mendiang ahli keuangan Jeffrey Epstein memicu gangguan besar pada layanan keluarga kerajaan.

Andrew, anak ketiga Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip membantah tuduhan bahwa dia berhubungan seks dengan seorang gadis 17 tahun yang "diberikan" untuknya oleh Epstein, yang merupakan temannya.

Ada pun Epstein bunuh diri di penjara Amerika Serikat pada Agustus ketika menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

Isu ini telah meningkat sejak Andrew melakukan wawancara dengan BBC pada Sabtu (16/11), di mana banyak yang menilai penjelasannya tidak memuaskan. Sementara, para pengacara bagi korban-korban Epstein menuturkan, sang pangeran menunjukkan sedikit simpati terhadap mereka yang dilecehkan.

"Bagi saya sudah jelas selama beberapa hari terakhir bahwa keadaan yang berkaitan dengan hubungan saya sebelumnya dengan Jeffrey Epstein mengganggu pekerjaan keluarga saya," kata Pangeran Andrew dalam pernyataan yang dirilis Istana Buckingham.

"Oleh karena itu, saya telah bertanya pada Yang Mulia apakah memungkinkan bagi saya mundur dari tugas-tugas publik di masa mendatang, dan dia mengizinkannya. Tentu saja saya bersedia membantu lembaga penegak hukum ... jika diperlukan."

Ketika kisah ini masih mendominasi berita utama di hari keempat, sejumlah bisnis dilaporkan menjauh dari organisasi dan badan amal yang terkait dengan Pangeran Andrew.

Hubungan pertemanan Andrew yang berjuluk Duke of York dengan Epstein telah lama menjadi sorotan. Pada 2011, Pangeran Andrew mundur sebagai duta besar keliling untuk perdagangan setelah dicerca atas relasinya dengan Epstein menyusul pemenjaraan pria itu pada 2008 atas skandal seks anak. 

Sponsored

Pada 2015, seorang perempuan bernama Virginia Giuffre mengatakan bahwa dia dipaksa berhubungan seks dengan Andrew di London, New York dan di sebuah pulau pribadi di Karibia antara 1999 dan 2002. Virginia mengklaim dijadikan budak seks oleh Epstein.

Dalam wawancaranya dengan BBC, Andrew dengan tegas membantah tegas klaim soal seks. Dia memberikan serangkaian penjelasan mengapa tuduhan tersebut tidak benar.

Menurut Andrew tuduhan bahwa Virginia bertemu dirinya yang tengah dalam kondisi berkeringat dan menari pada hampir dua dekade lalu di sebuah kelab malam di London sebelum berhubungan seks dengannya tidak mungkin benar. Pasalnya, kata Andrew, dia menderita kondisi medis yang membuatnya berhenti berkeringat.

Andrew juga mengatakan bahwa pada malam di mana dia disebut bertemu dengan Virginia, dirinya tengah berada di rumah bersama keluarganya setelah mengunjungi restoran Pizza Express bersama dengan putrinya, Beatrice.

Kepada BBC, Andrew mengaku dia bertemu Epstein pada 1999. Namun, sekretaris pribadinya menuturkan pada 2011 bahwa perkenalan Andrew dan Epstein terjadi pada awal 1990-an.

Pernyataan demi pernyataan Andrew telah menuai cemoohan.

Andrew telah lama menduda sejak perceraiannya dengan Sarah Ferguson, ibu dari dua putrinya, pada 1996. Dia aktif sebagai pilot helikopter selama Perang Falklands 1982 dan pernah mendapat julukan "Randy Andy" semasa muda karena riwayat pacar-pacarnya yang glamor.

Aktris Amerika Serikat Koo Stark disebut pernah berkencan dengan Andrew. Pangeran yang kini berada di urutan kedelapan suksesor takhta Inggris itu pernah pula dijuluki "Airmiles Andy" atas gaya hidup mewah yang didanai oleh para pembayar pajak.

Meski telah berpisah, Sarah Ferguson, tetap menjadi salah satu pendukung terkuat Andrew. Keduanya masih kerap berbagi momen bersama dengan anak-anak mereka, Putri Beatrice dan Putri Eugenie.

Terkait persoalan yang tengah dihadapi mantan suaminya, Sarah Ferguson pun angkat bicara dengan menunjukkan dukungannya.



Sumber : Reuters

Berita Lainnya