logo alinea.id logo alinea.id

Turki selesaikan pembelian S-400 dari Rusia

Kabar selesainya pembelian sistem pertahanan S-400 dari Rusia ini diprediksi membuat hubungan AS-Turki memanas.

Valerie Dante
Valerie Dante Kamis, 13 Jun 2019 16:03 WIB
Turki selesaikan pembelian S-400 dari Rusia

Pada Rabu (12/6), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki telah menyelesaikan pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia. Pengumuman ini dinilai dapat meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat.

Selama beberapa bulan belakangan, Turki dan AS telah berdebat terkait sistem rudal S-400 yang menurut Washington tidak cocok dengan sistem persenjataan North Atlantic Treaty Organization (NATO).

"Turki telah membeli sistem rudal S-400. Kesepakatan itu sudah selesai. Saya berharap sistem ini akan dikirim ke Turki bulan depan," kata Erdogan.

AS menilai bahwa pembelian sistem rudal S-400 menimbulkan ancaman bagi jet tempur F-35 pabrikan Lockheed Martin. Washington bahkan memperingatkan akan menjatuhkan sanksi jika Ankara membeli sistem rudal tersebut.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan menyampaikan bahwa Turki akan ditarik dari program jet tempur F-35 jika mereka membeli sistem rudal S-400. Menurut Shanahan, AS telah meluncurkan penawaran sangat kompetitif atas sistem pertahanan rudal Patriot ke Turki, namun Erdogan menyatakan bahwa Rusia menawarkan kesepakatan yang lebih baik termasuk harga yang wajar dan janji produksi bersama.

"Ini bukan sistem serangan tapi sistem pertahanan. Tidakkan kita akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan negara kita?," kata Erdogan. 

Turki mengkritik pernyataan Washington dan mengatakan ancaman itu tidak sesuai dengan semangat aliansi NATO. Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengungkapkan, dalam beberapa hari mendatang Ankara akan mengirim respons atas pernyataan Shanahan.

Adapun Erdogan menegaskan bahwa Turki bukan hanya pelanggan tetapi juga merupakan mitra program F-35.

Sponsored

Beberapa hari lalu, AS telah menghentikan pelatihan bagi pilot Turki terkait program F-35 sebagai bagian dari upaya mendepak Turki dari program tersebut.

Turki telah berulang kali mengusulkan dibentuknya kelompok kerja untuk bersama-sama menilai dampak kesepakatan pembelian S-400, tetapi hingga kini Washington belum menanggapi usulan itu.

Erdogan menuturkan ingin menelepon Presiden AS Donald Trump untuk membahas masalah ini sebelum keduanya bertemu di Osaka, Jepang, pada akhir Juni. (Reuters dan Al Jazeera)