sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Turki tangkap tokoh agama yang kritis dengan alasan penculikan pengusaha

Kuytul dikenal sebagai kritikus yang tajam terhadap kebijakan pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Senin, 09 Mei 2022 20:07 WIB
Turki tangkap tokoh agama yang kritis dengan alasan penculikan pengusaha

Polisi Turki pada hari Senin menahan Alparslan Kuytul, pemimpin Yayasan Furkan – sebuah kelompok agama anti-pemerintah. Penangkapan ini dikaitkan dengan penculikan seorang pengusaha di provinsi selatan Adana, media Turki melaporkan.

Pengacara Kuytul Bilal Sarısaçlı mengumumkan di Twitter bahwa Kuytul telah ditahan berdasarkan pengaduan dari pengusaha yang diculik, Koray Sarsaçl. Sambil mengkritik penahanan kliennya di pagi hari di rumahnya, ia mengatakan siap memberikan kesaksian jika dipanggil jaksa. 

“Saya tidak ada hubungannya dengan insiden penculikan ini. Klaim Koray Sarısaçlı tidak memiliki dasar yang konkret. Kejadian ini bisa jadi palsu. Saya kekuasaan merencanakan insiden ini,” kata Kuytul kemudian kepada jaksa, menurut sebuah laporan di Halk TV.

Kuytul dikenal sebagai kritikus yang tajam terhadap kebijakan pemerintahan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Presiden Recep Tayyip Erdogan. Disebutkan karena hal itu Kuytul dan anggota yayasannya menghadapi tekanan yang semakin besar dari pemerintah. Salah satu pandangan yang sering disebarkan kelompok ini adalah bahwa agama dan politik tidak boleh bercampur.

Sponsored

Empat anggota kelompok itu ditahan pada 9 September 2021 atas tuduhan menculik Sarısaçlı di Adana. Mereka diduga menjadi sasaran penyiksaan dan pelecehan di departemen kepolisian selama empat hari. Mereka dibebaskan oleh pengadilan pada bulan September, hanya untuk ditahan pada hari berikutnya atas keberatan jaksa.

Sarısaçlı pada 18 September mengatakan dia tidak diculik oleh anggota kelompok tersebut. Namun, dua bulan kemudian, dia mengubah kesaksiannya di bawah tekanan untuk meningkatkan dakwaan terhadap anggota kelompok tersebut.

Dua anggota lagi ditangkap pada 27 Desember dan satu lagi pada 4 Januari dengan tuduhan yang sama.

Berita Lainnya