sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Wanita tertua di dunia meninggal pada usia 119 tahun

Dengan kematiannya, manusia tertua di dunia sekarang adalah Lucile Randon, biarawati Prancis yang berusia 118 tahun.

Hermansah
Hermansah Selasa, 26 Apr 2022 20:25 WIB
Wanita tertua di dunia meninggal pada usia 119 tahun

Seorang wanita Jepang yang diakui sebagai orang tertua di dunia, Kane Tanaka, telah meninggal pada usia 119, hanya beberapa bulan dari tujuannya mencapai 120.

Lahir pada 2 Januari 1903, Tanaka dikenal suka bermain papan permainan Othello dan menyukai cokelat dan minuman bersoda. Dia mendapat sertifikat dari Guinness World Records sebagai orang tertua yang hidup pada 2019 ketika berusia 116 tahun. Dalam sebuah kesempatan kepada media, dia mengatakan masih menikmati hidup dan berharap untuk hidup sampai 120 tahun.

Tanaka meninggal karena usia tua pada 19 April di sebuah rumah sakit di Fukuoka, kampung halamannya di Jepang Selatan, tempat di mana dia menghabiskan seluruh hidupnya, kata pejabat kota, pada Selasa (26/4). Tanaka, yang pernah tinggal di panti jompo, baru keluar masuk rumah sakit baru-baru ini, kata mereka.

Gubernur Fukuoka Seitaro Hattori mengatakan dalam sebuah pernyataan, dia terkejut dan sedih dengan kehilangannya saat dia menantikan untuk menandai Hari Penghormatan untuk Lansia akhir tahun ini secara langsung dengan minuman coklat dan bersoda, karena dia harus melewatkan kesempatan itu tahun lalu karena pandemi.

Sponsored

"Saya hanya bisa melihatnya dalam gambar yang menunjukkan dia dengan karangan bunga dan membuat tanda 'damai' (dengan jarinya), tetapi itu membuatku senang," kata Hattori. "Dia memberi orang-orang harapan untuk umur panjang yang sehat," kata dia lagi.

Dengan kematiannya, manusia tertua di dunia sekarang adalah Lucile Randon, seorang biarawati Prancis yang dikenal sebagai Suster Andre yang berusia 118 tahun, demikian menurut The Gerontology Research Group. Di Jepang, pemegang rekor baru adalah seorang wanita berusia 115 tahun bernama Fusa Tatsumi, dari Osaka, kata Kementerian Kesehatan Jepang.

Sumber : Associated Press

Berita Lainnya