sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

WHO tak yakin Korea Utara bisa atasi Covid-19

Tidak ada data valid mengenai jumlah pemeriksaan dan penambahan Covid-19 di Korea Utara.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 02 Jun 2022 08:14 WIB
WHO tak yakin Korea Utara bisa atasi Covid-19

World Healt Organization (WHO) telah meragukan klaim Korea Utara tentang kemajuan dalam upaya melawan wabah Covid-19. Korea Utara diyakin berada dalam situasi semakin memburuk di tengah tidak adanya data independen.

Media pemerintah Korea Utara mengatakan, gelombang Covid-19 telah mereda setelah jumlah harian orang yang demam mencapai 390.000 sejak dua minggu lalu.

Di sisi lain, Pyongyang tidak pernah secara langsung mengkonfirmasi berapa banyak orang yang dites positif terkena virus itu. Namun, para ahli menduga angka-angka yang dirilis melalui media di bawah kendali pemerintah tidak dilaporkan, sehingga sulit untuk menilai skala situasi.

"Kami berasumsi situasinya semakin buruk, bukan lebih baik," kata kepala kedaruratan WHO Michael Ryan dalam video briefing pada Rabu (1/6) seperti dikutip Reuters, Kamis (2/6).

Dia mengatakan, WHO tidak memiliki akses informasi istimewa apapun di luar jumlah yang dilaporkan kepada publik oleh media pemerintah. WHO justru bekerja sama dengan negara tetangga, seperti Korea Selatan dan China untuk mencoba mendapatkan gambaran yang lebih baik.

"Kami memiliki masalah nyata dalam mendapatkan akses ke data mentah dan situasi aktual di lapangan," kata Ryan.

Menurutnya, WHO telah menawarkan bantuan dalam beberapa kesempatan, termasuk vaksin dan pasokan.

Korea Utara melaporkan 96.610 orang lagi menunjukkan demam di tengah lockdown berdasarkan media KCNA dari negara itu. Namun, media tidak menyebutkan apakah ada kematian baru.

Sponsored

KCNA mengatakan, provinsi-provinsi mengintensifkan kampanye anti-epidemi, termasuk memberlakukan beberapa lockdown dan blokade pantai, meningkatkan produksi obat-obatan dan pasokan medis, dan melakukan pekerjaan desinfeksi. Namun, pekerjaan utama seperti bertani terus berlanjut.

Perdana Menteri Korea Utara, Kim Tok Hun, memeriksa sepasang pabrik farmasi di tengah dorongan untuk menempatkan industri obat negara itu pada tingkat baru yang lebih tinggi, termasuk memenuhi standar internasional. “Produksi dan pasokan obat yang cukup menjadi prasyarat untuk melindungi kehidupan dan kesehatan masyarakat dalam kampanye anti-epidemi yang ketat saat ini,” katanya.

Berita Lainnya
×
tekid