logo alinea.id logo alinea.id

Awas, sering buka puasa dengan junk food berisiko bagi kesehatan

"Untuk berbuka paling baik dengan buah-buahan, seperti kurma, semangka, dan buah-buahan lainnya."

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Minggu, 26 Mei 2019 17:19 WIB
Awas, sering buka puasa dengan junk food berisiko bagi kesehatan

Entah karena kesibukan atau disebabkan fantasi rasa, tak sedikit yang berbuka puasa dengan menu makanan di restoran siap saji. Namun, kita harus hati-hati karena banyak menu junk food yang ditawarkan restoran siap saji. 

Apalagi, terlalu sering berbuka puasa dengan junk food dapat menyebabkan risiko penyakit jantung, lho. 

Jerry Eddya Putra Boer, seorang dokter penyakit dalam (internis) yang bertugas di RSUD Kabupaten Bintan, mengatakan, junk food pada umumnya mengandung kadar kalori tinggi. Padahal seharusnya, berbuka puasa tidak langsung mengonsumsi makanan berkalori tingggi.

"Dampak kalau keseringan buka puasa dengan junk food bisa menimbulkan perut tidak nyaman, karena perut belum siap setelah puasa 12 jam lamanya," kata Jerry kepada jurnalis Alinea.id, Minggu (26/5). 

Menurutnya, perut yang berada dalam kondisi kosong setelah berpuasa sebaiknya tidak langsung diisi dengan junk food.n Hal ini bisa membuat saluran pencernaan menjadi kaget dan menggangu proses pencernaan. 

"Sering berbuka puasa dengan burger atau junk food lainnya, sambil minum soda bisa membuat susah BAB," ujarnya. 

Selain itu, seringnya mengonsumsi junk food dapat meningkatkan risiko berat badan naik akibat konsumsi kalori yang berlebihan. 

Junk food juga memiliki Kandungan sodium tinggi yang biasanya mengakibatkan kembung. Terlalu banyak mengonsumsi sodium, bisa menyebabkan sel-sel tubuh kelebihan cairan. 

Sponsored

"Sehingga akhirnya tubuh akan menjadi lebih gemuk, terutama pada daerah pinggang dan perut," ucap Jerry.

Berbuka puasa dengan junk food juga berisiko menyebabkan kekurangan nutrisi. Sebab berbagai macam junk food umumnya memiliki kalori tinggi, namun kandungan nutrisi lain seperti protein, kalsium zat besi, vitamin A,C,D dan E sangat rendah. 

Apabila selalu berbuka puasa dengan mengonsumsi junk food, nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tidak akan terpenuhi. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah dan mudah terkena penyakit serta infeksi. 

"Kekurangan gizi juga membuat tubuh kesulitan memproduksi serotonin neurotransmitter, yang akibatnya bisa membuat merasa cemas, depresi, dan mudah tersinggung," kata Jerry. 

Junk food juga memiliki risiko jangka panjang, yaitu meningkatkan risiko sejumlah penyakit, seperti jantung dan diabetes. Karena itu, Jerry menyarankan untuk menghindari konsumsi junk food. Jerry menyarankan untuk berbuka puasa dengan makanan-makanan yang kaya akan serat. 

"Untuk berbuka paling baik dengan buah-buahan, seperti kurma, semangka, dan buah-buahan lainnya," ucapnya. 

The American Journal of Clinical Nutrition pada 2012 menyebut bahwa mengonsumsi junk food secara teratur, akan mengurangi kepekaan sensorik khusus. Hal ini akan menyebabkan ketagihan dan ingin makan lebih banyak lagi. Namun mengonsumsi junk food terlalu banyak secara konsisten, berisiko menyebabkan obesitas.

Jadi, bijaklah dalam memilih makanan dan minuman saat berbuka puasa ya. Pilih lah makanan yang tidak hanya enak, tapi juga bergizi tinggi.